LAPORAN SITUASI RESPONS BENCANA SUMATRA #2

Indonesia Humanitarian Coordination Platform (IHCP)

4 Desember 2025

Sorotan

  • Pada 1 Desember, Presiden Prabowo Subianto mengunjungi daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat secara berturut-turut. Presiden Prabowo Subianto menilai status tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah provinsi sudah cukup.
  • BNPB melaporkan per 4 Desember, jumlah korban tewas telah mencapai 836 di 50 kabupaten/kota terdampak di tiga provinsi tersebut. Sejumlah 518 orang hilang. Data per 3 Desember melaporkan 2.664 orang terluka. 
  • Jumlah pengungsi telah mencapati 881.035 orang per 4 Desember. Jumlah pengungsi di Sumatera Utara teridentifikasi sebesar 40.355 jiwa, di Aceh 817.856 jiwa, dan di Sumatera Barat berjumlah 22.824 jiwa. 
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan Desember 2025 sebagai salah satu periode puncak musim hujan di Indonesia.
836
Meninggal (BNPB)
518
Orang hilang (BNPB)
881.035 orang Pengungsi (BNPB) 2.664
Terluka (BNPB)
64.643
Rumah Rusak (Aceh dan Sumatera Barat (BNPB))

Laporan Situasi

  • Pada 1 Desember, Presiden Prabowo Subianto mengunjungi daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat secara berturut-turut. Presiden Prabowo Subianto menilai status tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah provinsi sudah mencukupi. Pemerintah belum mengumumkan keadaan darurat nasional atas banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam konferensi pers 4 Desember melaporkan 836 orang meninggal dunia. Sejumlah 518 orang masih hilang. Laporan per 3 Desember menyatakan 2.664 lainnya terluka. Di Aceh tercatat 325 orang meninggal dan 170 hilang, di Sumatera Utara 311 meninggal dan 127 hilang, di Sumatera Barat 200 meninggal dan 221 hilang. 
  • BNPB mencatat 881.035 orang mengungsi. Jumlah pengungsi di Sumatera Utara teridentifikasi berjumlah 40.355 jiwa, di Aceh 817.856 jiwa, dan di Sumatera Barat berjumlah 22.824 jiwa. 
  • Per 3 Desember BNPB melaporkan rumah rusak di Aceh sebesar 59.372 dengan 1.228 rusak berat, 1.233 rusak ringan dan 17.655 rusak ringan. Di Sumatera Barat tercatat 5.271 rumah rusak dengan 1.344 rusak berat, 325 rusak ringan dan 631 rusak berat. Belum didapat data rumah rusak dari Sumatera Utara.
  • Di Aceh beberapa jalur transportasi sudah normal seperti menuju Pidie Jaya. Empat kabupaten yang terisolir akibat banjir adalah Kabupaten Bener Meriah, Aceh tengah, Gayo Lues, dan Singkil. Dilaporkan bahwa akses dari Aceh Utara ke Aceh Timur dapat dilewati mesti masih ada genangan di Peureulak. Sementara itu dari Aceh Utara ke Bener Meriah dapat dilalui meski terbatas oleh kendaraan roda dua. Transportasi menuju Aceh Tamiang berangsur normal meski ada genangan. Truk logistik dan BBM sudah dapat melalui akses darat dari Langkat menuju Aceh Tamiang. Jalur transportasi Pidie-Pidie Jaya sudah normal, Pidie Jaya-Bireuen putus total di kawasan Meureudu, Bireun-Aceh Utara putus total di Kutablang, Aceh Tengah-Nagan Raya jembatan putus total, Bireun-Takengon jalan nasional putus total, Takengon-Ise ise-Gayo Lues putus total, Aceh Utara-Bener Meriah dapat dilalui motor trail, Bireun-Bener Meriah putus total, Gempang-Pameu-Takengon masih terputus dan belum bisa dilewati, Aceh Tamiang-Langkat berangsur normal.
  • Dalam evakuasi dan pembukaan akses jalan, kendala yang dihadapi adalah kehabisan bahan bakar. Sementara itu untuk distribusi bahan bakar juga terkendala juga akses transportasi yang terputus. 
  • Di Sumatera Barat, jalur transportasi sudah cukup banyak yang terbuka. Ada beberapa titik lain dengan progres di atas 50%. Jalur komunikasi khususnya di Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Kota Padang, Pasaman Barat sudah berfungsi dengan jaringan internet yang dipulihkan Kementerian Komunikasi Digital.
  • Di Sumatera Utara, tim gabungan terpadu dari pemerintah dan unsur nonpemerintah pihak terus berupaya membuka akses yang masih tertutup material longsor. Jalur Tarutung-Sibolga dan Tarutung-Padang Sidempuan belum seluruhnya dapat ditembus. 
  • Sub-Klaster Kesehatan Reproduksi (Kespro) yang dikoordinasikan Kementerian Kesehatan dan difasilitasi UNFPA tengah melaksanakan pendataan dan penjangkauan Orang yang Hidup dengan HIV untuk memastikan keberlanjutan Anti Retroviral Virus (ARV).  Sub-Klaster Kespro mengidentifikasi pelayanan menyeluruh kesehatan reproduksi belum berjalan baik. Demikian juga pelayanan Ante Natal Care (ANC) untuk ibu hamil. 
  • Sub-Klaster Pelayanan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender (KBG) yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan difasitasi oleh UNFPA mengidentifikasi pelayanan dan penanganan KBG yang belum berjalan baik sehingga diperlukan pendampingan dari mitra  untuk penguatan pengaduan dan penanganan kasus kekerasan. Beberapa gudang alat dan obat kontrasepsi (alokon) terendam di Aceh (Aceh Singkil, Simeuleu, Aceh Tamiang, Langsa), sehingga perlu dipastikan ketersediaan alokon untuk menghindari tidak adanya stok.  Kit kebersihan diri dan kebutuhan khusus perempuan dan remaja putri juga diidentifikasi sangat kurang.
  • Mitra pendukung Klaster Kesehatan yang dikoordinasikan Kementerian Kesehatan dan difasilitasi WHO mengidentifikasi risiko penyakit berpotensi KLB tinggi di wilayah pengungsian. Keterbatasan air bersih memperburuk situasi kesehatan masyarakat. Selain itu keterbatasan komunikasi dan akses memperlambat pelaporan dan distribusi bantuan. Dukungan psikososial diperlukan terutama untuk anak-anak dan keluarga terdampak. Mitra yang akan berangkat disarankan membawa perlengkapan untuk mencegah tetanus dan profilaksis malaria.
  • Sub-Klaster Perlindungan Lansia dan Kelompok Berisiko Tinggi mengidentifikasi aksesibilitas pengungsian yang masih rendah bagi disabilitas serta penyediaan logistik yang belum sensitif kebutuhan khusus.
  • BMKG memproyeksikan puncak musim hujan akan terjadi dari November 2025 hingga awal 2026, dengan bulan Desember sebagai periode yang berpotensi hujan lebat, petir, angin kencang, bahkan angin puyuh, khususnya di Pulau Jawa. Terdapat juga kemungkinan pembentukan siklon tropis, beserta risiko banjir rob di wilayah pesisir termasuk Jakarta, Banten, dan Jawa Barat bagian utara. Wilayah berisiko tinggi meliputi Sumatera bagian selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat–Tengah–Timur, Bali, NTB, NTT, sebagian Sulawesi Selatan, dan beberapa wilayah timur seperti Maluku dan Papua. Dampak cuaca puncak diperkirakan terjadi antara 28 Desember 2025 dan 10 Januari 2026, dengan curah hujan mencapai 300–500 mm/bulan di beberapa wilayah. Kondisi ini dapat mengganggu mobilitas, transportasi, logistik, dan aktivitas lapangan, serta menimbulkan risiko keselamatan.

Respons Pemerintah

  • Pemerintah memprioritaskan pencarian dan pertolongan korban serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu akselerasi penanganan darurat bencana di Sumatera saat ini dilakukan pada tiga hal yaitu percepatan pemulihan akses transportasi khususnya darat, akselerasi pemulihan berbasis seluler, dan pemulihan sektor energi (baik kelistrikan, bahan bakar minyak) tidak hanya untuk masyarakat tetapi juga tim gabungan operasi respons. Pengiriman logistik dioptimalkan melalui udara. 
  • Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih terus dilakukan di Sumatera Utara dan Aceh untuk mempercepat operasi pembersihan jalur-jalur tranportasi dan operasi yang dilakukan tim gabungan terpadu dan memastikan logistik melalui jalur udara tidak terganggu cuaca buruk. Di Sumatera Utara hingga 3 Desember OMC sudah 21 sorti dilaksanakan dengan total 16.8 ton bahan semai.  
  • Di Sumatera Utara, 13 pengiriman menggunakan helikopter dan Cessna Karavan untuk mendistribusikan bantuan ke 13 titik di Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, dan Tapanuli utara.  Mobilisasi bantuan di Sumatera Utara dilakukan dengan penyediaan 3 helicopter dari TNI AD dan dari BNPB. Direncanakan pengerahan 50 unit helicopter dari BNPB.
  • Di Aceh, mobilisasi bantuan dilakukan dengan 16 pengiriman menggunakan pesawat dari Angkatan Udara RI, BNPB, dan Susi Air ke Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Jalur komunikasi melalui starlink sudah diaktivasi di Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Barat, dan Aceh Besar. Di Aceh sejak 28 November hingga 3 Desember sudah 16 sorti OMC dilaksanakan dengan total 16 ton bahan semai. Pengiriman bantuan melalui jalur laut melalui kapal Express Bahari ke Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Kota Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang. Tujuh unit pesawat dan helikopter ditempatkan di Sumatera Barat, satu helicopter masing-masing di Bandara Kualanamu dan di Medan, satu helicopter di Aceh; selain itu juga terdapat tiga kapal  dari Basarnas, Polda, Express Bahari.
  • Di Sumatera Barat, distribusi bantuan dilakukan di Kota Agam, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Solok. Melalui empat helicopter bantuan melalui udara didistribusikan ke Kabupaten Pasaman Barat, Agam, dan Pesisir Selatan. Pemasangan jaringan internet oleh Kementerian Komdigi dilakukan di Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Kota Padang, dan Pasaman Barat. Alat berat milik dinas dimobilisasi untuk Padang Pariaman, Pesisir Selatan, dan Kota Padang.
  • Kementerian Kesehatan mengkoordinasikan respons di sektor kesehatan berupa Kaji Cepat Kesehatan, mobilisasi tim pendampingan manajemen krisis kesehatan untuk penguatan Dinas Kesehatan, pelayanan kesehatan terdapat warga terdampak termasuk penggunaan layanan kesehatan mobile, dan mendistribusikan bantuan logistik kesehatan. 
  • BNPB melanjutkan koordinasi respons bencana dengan BASARNAS, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, TNI, POLRI,  OPD serta relawan di wilayah terdampak bencana. 
  • PT Pos Indonesia memberikan layanan khusus tidak berbayar untuk pengiriman bantuan kemanusiaan yang akan dikirimkan ke Posko BPBD di tiga provinsi terdampak. 

Respons Non-pemerintah

  • Per 3 Desember pukul 17:00 WIB, pemetaan yang dilakukan Desk Relawan mencatat sejumlah 147 organisasi termasuk PMI dengan total 5.478 relawan yang turut menangani bencana di ketiga provinsi tersebut (https://bit.ly/Pemetaan-Desk-Relawan). 19 anggota Humanitarian Forum Indonesia tengah melakukan respons bencana di wilayah terdampak (https://bit.ly/AnggotaHFI-Respons-bencana). 
  • Sejak 30 November, PMI sudah mengoperasikan 6 unit pengolah air minum, 48 mesin penyedot lumpur atau alcon skala kecil untuk pembersihan sumur, rumah dan fasilitas publik. Selain itu PMI juga mengedukasi masyarakat untuk memulai pembersihan rumah mereka. PMI mengerahkan 60 unit truk tangki air berkapasitas 5.000 liter beserta 120 personel relawan untuk memperkuat layanan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Saat ini PMI juga sedang melakukan pengkajian kelayakan bantuan nontunai/cash transfer untuk bantuan shelter tools kits dan mata pencaharian/livelihood.
  • Lembaga usaha melalui JNE menggratiskan pengiriman bantuan kemanusiaan yang dikirim melalui JNE dari tanggal 1 hingga 10 Desember 2025. Telkomsel menyediakan Paket Siaga Peduli Sumatera bebas biaya untuk warga terdampak bencana. Anggota Indonesia National Shipowners’ Association/INSA (PT. Temas Tbk) akan menyediakan kapal dan kontainer untuk mengangkut bantuan INSA ke Aceh Tamiang (lewat Lhokseumawe dan Belawan), Tapanuli Tengah (lewat Sibolga) dan Sumatera Barat (lewat Padang). 

Laporan situasi dari unsur-unsur non-pemerintah dapat diakses pada https://bit.ly/Sitrep-Unsur-nonpemerintah. Detail kontak untuk setiap organisasi juga dapat diakses dalam laporan situasi.

Koordinasi

Kebutuhan mendesak

  • Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi oleh Klaster Logistik secara menyeluruh untuk ketiga provinsi adalah peralatan berat (ekskavator, beko), unit pengolah air bersih, perahu karet dan mesin, genset, tempat tidur lapangan, mobil tanki air, perlengkapan pembersihan rumah-bangunan-serta sarana lainnya, mesin sedot air, tandon air, APD dan kantong mayat. 
  • Untuk kebutuhan pengungsi diperlukan bantuan (yang sensitif pada kebutuhan khusus) yaitu permakanan (termasuk makanan bayi), air bersih, air minum, selimut, kasur, family kits, hygiene kits, obat-obatan (obat dasar, malaria prophylaxis, dan vaksin tetanus), layanan kesehatan darurat, perlengkapan balita, perlengkapan ibadah, tenda pengungsi, terpal alas tenda/matras/tikar, lampu/lentera, kit kebersihan diri dan kebutuhan khusus perempuan dan remaja putri, alat dan obat kontrasepsi.

Daftar Kontak dan Tautan informasi

  1. Kebutuhan mendesak: https:// inarisk.bnpb.go.id/dashboard_bansor
  2. Bantuan logistik stok penyangga titik kontak: 
    Jakarta:
    Bandara Halim PK: Deputi 5 BNPB, 08124281977; Erry BNPB, 087777040003; Gahara BNPB, 081296573738
    Sumatera Utara:
    Bandara Kualanamu, Mayjen TNI (Purn) Lutfie Beta, 0811847501 
    Bandara Silangit Taput, Bambang Surya Putra, 081314782060
    Bandara Pinang Sori Tapteng, Kolonel Inf Edward Henri, 081227702002
    Sumatera Barat:
    Bandara Minangkabau: BNPB Revelation, 08567188222
    Aceh:
    Bandara Sultan Iskandar Muda: Mayjen TNI (Purn) Denny Herman, 081280060789
  3. Pembaruan data tanggap darurat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat diakses pada https://gis.bnpb.go.id/BANSORSUMATERA2025/
  4. Desk Relawan: 
    https://deskrelawanpb.bnpb.go.id/bansor-aceh-2025/ 
    https://deskrelawanpb.bnpb.go.id/bansor-sumut-2025/ 
    https://deskrelawanpb.bnpb.go.id/bansor-sumbar-2025/
  5. Daftar rapat koordinasi dapat diakses di: https://bit.ly/Jadwal_rapat_koordinasi
  6. Nomor pengaduan pelanggaran eksploitasi, penyalahgunaan dan pelecehan seksual: https://bit.ly/Nomor-kontak-pengaduan 
  7. Nomor pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak di pengungsian: https://bit.ly/Nomor-kontak-pengaduan   

Catatan Tambahan

Laporan situasi #1 versi pdf Bahasa Indonesia bisa diunduh disini, dan versi pdf Bahasa Inggris bisa diunduh disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index