Informasi Kunci

Click Here to get the Situation Report in English Version.

Peta dan jumlah hotspot berdasarkan SiPongi per 20 Oktober 2026 Pukul 09:30 WIB

Update Kemenkes 21 Oktober 2026, 10:00 WIB:

Kasus ISPA Kasus ISPA Balita Penduduk Terdampak Kab/Kota Terdampak
307.618
69.335
19.911.359
68

Kebutuhan Mendesak

  • Rapat anggota IHCP dan Kelompok Kerja (Pokja) Risk Communication and Community Engagement (Pokja RCCE) pada 16 Oktober 2026, mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk respons darurat sebagai berikut:
    • Kesehatan dan Perlindungan: Rumah sehat bebas asap, mobile oxygen, oxygen can, Nebulizer, obat-obatan, pemeriksaan kesehatan dan layanan kesehatan mobile, suplemen untuk masyarakat terdampak dan relawan, penyelamatan satwa (makanan, peralatan, perawatan).
  • Peralatan dan Keselamatan: APD relawan/petugas, masker (termasuk N95 dan respirator full-face)
  • Bantuan Dasar: air bersih, sembako
  • Operasi Pemadaman: alcon, selang dan nozzle, tanki air mobile, layanan kesehatan bagi tim pemadam, dukungan operasional relawan (konsumsi, BBM, selang oksigen)

Laporan Situasi

  • Karhutla 2026 telah berkembang dari persoalan pemadaman menjadi krisis kesehatan masyarakat, pendidikan, mobilitas/transportasi, ekonomi, dan kabut asap lintas batas. Kasus ISPA sudah menembus 314 ribu, jutaan murid mengalami gangguan pembelajaran, lebih dari 1.800 penerbangan terdampak, dan kualitas udara mencapai kategori berbahaya di sejumlah wilayah.
  • Berdasarkan Dashboard Karhutla 2026 BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang diperbarui per 19 Oktober 2026, akumulasi luas lahan terbakar sejak awal tahun 2026 di enam provinsi prioritas karhutla (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan) tercatat sekitar 256.915 hektar.
  • Di Kalimantan Barat, kabut asap dan kebakaran lahan menyebabkan kerugian ekonomi yang besar serta mengganggu aktivitas perkebunan, distribusi hasil produksi, dan produktivitas tenaga kerja. Kalimantan Tengah mengalami dampak yang sangat berat, terutama pada sektor pertanian dan perkebunan sawit di kawasan lahan gambut, sementara Kalimantan Selatan menghadapi penurunan aktivitas pertanian dan perkebunan rakyat akibat memburuknya kualitas udara dan berkurangnya mobilitas pekerja. Di Riau dan Jambi, karhutla mengganggu pertanian, perkebunan sawit, dan perkebunan rakyat, serta menurunkan kapasitas kerja petani akibat meningkatnya kasus ISPA. Sementara itu, di Sumatera Selatan yang memiliki luas lahan terbakar terbesar, dampak dirasakan pada sektor pertanian pangan dan perkebunan melalui terganggunya mobilitas, distribusi hasil produksi, dan aktivitas ekonomi pedesaan. Meskipun dampak langsung pada sektor pertanian dan perkebunan di Kalimantan Timur tidak sebesar provinsi lain, gangguan transportasi dan penurunan produktivitas masyarakat turut memengaruhi rantai pasok hasil pertanian.
  • Di sektor Kesehatan, Kementerian Kesehatan melaporkan per 19 Oktober pukul 11:50 WIB:

Kasus ISPA menurut kelompok umur/risiko

Total Kumulatif

Balita (0-5 tahun)

69.335

Anak-anak (6-9 tahun)

77.144

Lansia (>60 tahun)

49.708

Ibu Hamil

Data masih dalam proses pemilahan

Penderita Asma/PPOK

22

Pekerja Luar Ruangan

Data masih dalam proses pemilahan

  • Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan 19 Oktober tersebut, 8 kabupaten/kota dengan nilai ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) kategori ”Berbahaya” antara 391 hingga 1.291 di Kalimantan Tengah (Kota Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Gunung Mas, Barito Selatan, Katingan), Kalimantan Selatan (Barito Kuala dan Hulu Sungai Selatan), dan Kalimantan Barat (Melawi). Kota Palangka Raya (nilai ISPU 1.291) dan Kotawaringin Timur memiliki nilai ISPU tertinggi (1.291 dan 1.290).
  • 17 kabupaten/kota di 6 provinsi (Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, Jambi, dan Riau) berada pada kategori “Sangat Tidak Sehat” dengan nilai ISPU antara 202 hingga 283.
  • Di seluruh 7 provinsi (Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, Riau) 44 kabupaten/kota berada pada  kategori ”Tidak Sehat” dengan nilai ISPU antara 113 hingga 196.
  • Data penyakit diare yang di wilayah terdampak karhutla per 19 Oktober 2026 pukul 10:00 WIB

No.

Provinsi

Total Kumulatif

1

Kalimantan Selatan

104

2

Kalimantan Tengah

1.596

3

Kalimantan Barat

4.191

4

Kalimantan Timur

366

5

Jambi

Data masih dalam proses pemilahan dan penginputan

6

Riau

260

7

Sumatera Selatan

366

  • Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) menyampaikan pada 16 Oktober bahwa perjalanan darat sangat terganggu asap karhutla dan menyulitkan distribusi bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana. Kalimantan Selatan menjadi satu-satunya alternatif untuk pengiriman bantuan baik melalui udara (bandara) maupun melalui jalur laut (pelabuhan). Untuk menghindari kesulitan pengadaan, disarankan bantuan kemanusiaan disiapkan dari Jakarta/Pulau Jawa.
  • Di sektor Pendidikan, disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Rapat Percepatan Penanganan Penanganan Dampak Karhutla Kemenko PMK pada 17 Oktober 2026 bahwa 8.39 juta peserta didik terdampak dan 66.329 satuan pendidikan tatap muka dihentikan.
  • Kalimantan Barat adalah provinsi dengan dampak pendidikan terbesar pada 2026. Sekitar 1,1 juta siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh akibat kabut asap dan kualitas udara berbahaya. Pemerintah daerah di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan juga menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sejumlah wilayah terdampak ketika kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat.  Di Kalimantan Timur, kabut asap mengganggu kegiatan belajar di Berau, Mahakam Ulu, Kutai Barat, Paser, Samarinda, dan Balikpapan. Pada bulan Agustus 2026 di Berau, 11.864 siswa pada 37 SMA/SMK/SLB sempat belajar dari rumah. Sedikitnya 27 sekolah di Samarinda menerapkan PJJ.
  • Di sektor Ekonomi, Center of Economic and Law Studies (CELIOS) melakukan pemodelan analisa kerugian ekonomi akibat karhutla sepanjang Januari hingga Agustus 2026 berada pada kisaran Rp 39,29 triliun hingga Rp 123,1 triliun atau setara dengan 49,1% dari PDRB Kalimantan Tengah pada 2026 bahkan 0,23% dari PDB nasional. CELIOS mencatat Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan kerugian ekonomi karhutla tertinggi sebesar Rp 5,7 triliun, disusul Papua Barat Rp 4,3 triliun dan Nusa Tenggara Timur Rp 2,8 triliun. Dampaknya turut menjalar ke pengolahan kayu, pulp & paper, furnitur,  transportasi, perdagangan, hingga sektor pangan. Trimegah Sekuritas Indonesia menyebut karhutla dapat mengganggu produksi pertanian dan pangan. Hal tersebut turut menekan pendapatan petani. Terbatasnya stok pangan akibat penurunan produksi pangan kemudian berpotensi mendorong kenaikan harga dan inflasi bahan pangan pokok. Karhutla juga dapat menyebabkan berkurangnya penerimaan negara dari pajak bersih daerah sekitar Rp 269,86 miliar pada 2026. CELIOS memproyeksikan, sektor kesehatan menanggung Rp 9,75 triliun biaya kesehatan dari kisaran 1,78 juta orang yang terdiagnosis ISPA. Potensi 17,4 juta orang terdampak ISPA yang belum mendapatkan penanganan medis akan menyebabkan total biaya kesehatan hingga Rp 93,56 triliun atau setara 67,6% anggaran kesehatan APBN 2026.
  • Kemenhub mengkonfirmasi bahwa 1.813 penerbangan telah terdampak sejak 11 Agustus hingga 12 Oktober 2026; 95 di antaranya terjadi pada 10–12 Oktober (93 dibatalkan, dua tertunda). Kabut asap lintas batas telah memengaruhi sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Singapura, Malaysia, dan Timor-Leste. Pada tanggal 14 Oktober, polusi udara di Singapura mencapai tingkat tertinggi sepanjang tahun 2026. Beberapa wilayah di Malaysia mengalami kualitas udara yang tidak sehat, yang menyebabkan penutupan sekolah, sementara Timor-Leste menangguhkan kegiatan belajar tatap muka secara nasional selama tiga hari mulai tanggal 15 Oktober seiring dengan memburuknya kabut asap.

Respons Pemerintah

  • Per 19 Oktober pukul 10:00 WIB Kementerian Kesehatan telah menyalurkan 46.450 masker N95, 491.200 masker, 40.000 sarung tangan medis, 233 Oxygen Can, 2.500 OPD, 2.400 gown, 3 oximeter, 3 air purifier, 1.556 kacamata pelindung dan 2.050 nasal oxygen. Selain itu
  • Telah ada rumah oksigen/singgah di 435 titik (127 titik di Kalimantan Selatan, 253 di Kalimantan Tengah, 35 di Kalimantan Barat, 8 di Kalimantan Timur, 5 di Jambi, 4 di Riau, 3 di Sumatera Selatan.
  • Per 14 Oktober 2026, BMKG mencatat 324 Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di berbagai daerah untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan. Fokus operasional terbesar dialokasikan untuk pembasahan lahan gambut dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan 125 operasi. Sisanya terbagi untuk pengurangan curah hujan (CH) dalam mitigasi bencana sebanyak 102 operasi, pengisian waduk sebanyak 36 operasi, serta pengamanan acara kenegaraan sebanyak 34 operasi.
  • Pengerahan sumber daya Pemerintah untuk 6 provinsi prioritas yang dirangkum datasatu.com dapat dilihat pada infografis berikut:
  • Pemerintah mengijinkan Pemerintah Jepang untuk memberikan bantuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Indonesia pada tahun 2026. Keputusan bantuan diambil pada 28 Agustus 2026, sementara operasi pemadaman udara menggunakan tiga helikopter CH-47 Chinook mulai dilaksanakan di Kalimantan pada 16 September 2026. Misi berlangsung hingga 29 September 2026 dan berhasil melakukan lebih dari 40 sorti water bombing dengan total sekitar 220 ton air yang dijatuhkan ke area terdampak.
  • Pada 18 September 2026, Presiden Prabowo Subianto menyetujui tawaran bantuan pemadaman karhutla dari Malaysia setelah bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia, dengan bantuan berupa 1 pesawat Bombardier CL-415MP, 3 helikopter, dan 52 personel pemadam kebakaran; selanjutnya pada 19-20 September 2026, Pemerintah Indonesia menyatakan secara resmi menerima bantuan tersebut untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di Sumatra dan Kalimantan, dengan pertimbangan bahwa karhutla merupakan masalah lingkungan yang berdampak lintas batas dan memerlukan kerja sama regional.
  • Pada 15 Oktober 2026, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui penerimaan bantuan internasional untuk penanganan karhutla dan menugaskan BNPB membahas mekanisme teknisnya, sementara pada 16 Oktober 2026 pemerintah menyampaikan bahwa pembahasan bantuan tersebut telah memasuki tahap teknis, dengan Malaysia dan Singapura termasuk negara yang telah menyatakan kesiapan untuk membantu.

Respons Unsur Nonpemerintah

  • Pokja RCCE telah mengembangkan dashboard https://ictwatch.id/digital/karhutla untuk yang memuat informasi lokasi rumah oksigen. Per 20 Oktober pukul 16:21 telah teridentifikasi 56 lokasi fasilitas rumah oksigen. Dashboard tersebut juga sudah memiliki fitur untuk berlangganan email ringkasan kondisi karhutla yang akan dikirim secara otomatis melalui email.
  • Berdasarkan pertemuan 16 Oktober 2026, organisasi/lembaga nonpemerintah yang teridentifikasi oleh IHCP melakukan respons penanganan adalah sebagai berikut:

Provinsi

Organisasi/Lembaga

Kalimantan Barat

BAZNAS Tanggap Bencana; Caritas Indonesia; Dompet Dhuafa (DD); Dompet Umat; DT Peduli; Human Initiative (HI); MDMC; Penabulu; PMI; Relawan Nusantara (RN); Rumah Zakat (RZ); World Vision Indonesia (WVI); Yakkum Emergency Unit (YEU)

Kalimantan Timur

Caritas Indonesia; Dompet Dhuafa (DD); Human Initiative (HI); MDMC; Nurul Hayat (NH); Penabulu; PMI; Rumah Zakat (RZ)

Kalimantan Tengah

Caritas Indonesia; Dompet Dhuafa (DD); Human Initiative (HI); MDMC; Penabulu; PMI; Relawan Nusantara (RN); Rumah Zakat (RZ)

Kalimantan Selatan

Caritas Indonesia; DT Peduli;  MDMC; Nurul Hayat (NH); Penabulu; PMI; Rumah Zakat (RZ)

Riau

Dompet Dhuafa (DD); Human Initiative (HI); MDMC; PMI; Rumah Zakat (RZ)

Jambi

PMI; Rumah Zakat (RZ)

Sumatera Selatan

Dompet Dhuafa (DD); Human Initiative (HI) (Palembang); PMI; Rumah Zakat (RZ)

  • YEU juga merencanakan respons dampak karhutla di Papua (Merauke), Jambi dan Palembang, serta Maluku.
  • Bantuan yang diberikan oleh organisasi/lembaga nonpemerintah dapat dikategorikan sebagai berikut:

Sektor Bantuan

Bentuk Dukungan

Kesehatan dan Penanganan Dampak Asap

Distribusi masker, Rumah Singgah Oksigen/Rumah Sehat Bebas Asap, layanan Mobile Oxygen, penyediaan oxygen can, penyediaan obat-obatan dan vitamin, pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat dan relawan, layanan kesehatan keliling ke desa-desa terpencil, serta penyediaan nebulizer untuk fasilitas kesehatan di sekitar lokasi hotspot.

Pemadaman api dan Perlindungan Relawan

Penyediaan alat pelindung diri (APD) seperti helm, sepatu keselamatan, dan workpack, distribusi suplemen bagi relawan, pemeriksaan kesehatan relawan, serta dukungan operasional berupa konsumsi, BBM, dan selang oksigen.

Pencegahan dan Pengurangan Risiko Kesehatan

Distribusi masker bedah, masker N95, dan masker respirator full-face; kampanye penggunaan masker; serta promosi perilaku perlindungan kesehatan untuk mengurangi dampak paparan asap.

Dukungan Air Bersih dan Kebutuhan Dasar

Distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak, pangan, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi kelompok rentan dan relawan.

Dukungan Pemadaman Karhutla

Bantuan logistik pemadaman berupa alcon (pompa air), selang dan nozzle, mobile water tank, dukungan layanan kesehatan melalui mobile oxygen, serta penyediaan suplemen dan makanan tambahan bagi tim pemadam.

Pendidikan

Kegiatan pada Satuan Pendidikan Aman Bencana

Perlindungan Satwa Liar

Program Jaga Satwa bekerja sama dengan BKSDA melalui penyediaan pakan, peralatan, dan perawatan untuk satwa liar yang terdampak karhutla dan sedang menjalani rehabilitasi.

Promosi Kesehatan Masyarakat

Edukasi kesehatan melalui Posyandu dan Pos Gizi dengan melibatkan kader kesehatan, serta outreach kepada pasien TBC dan keluarganya terkait perlindungan dari dampak asap dan pencegahan gangguan kesehatan akibat karhutla.

  • Palang Merah Indonesia telah mendistribusikan 1,3 juta masker kepada masyarakat terdampak, menyediakan 7 rumah bebas asap di Kalimantan, 39 unit oxygen concentrator di provinsi terdampak. Sebagai bagian dari penanganan karhutla dan kekeringan, PMI telah mendistribusikan 63.565.510 liter air bersih untuk 3.303.535 penerima manfaat melalui 129 truk tanki air dengan total 7.818 lokasi distribusi air.

Koordinasi dan Narahubung

  • Koordinasi unsur nonpemerintah anggota HFI:

Rumah Zakat:

Koordinator Wilayah Kalimantan : Andi Angga – 082199359295

Koordinator Wilayah Sumatera : Ilham Bintang – 08990067845

  1. Kalbar : Insan – 081521542702
  2. Kalteng : Dwi Irwansyah – 085705673261
  3. Kalsel : Mustaqim – 082155325140
  4. Kaltim : Ritawati – 082252039655
  5. Riau : Nofri – 087752474982
  6. Jambi : Yoga – 082216132056
  7. Sumsel : Winda – 083139308378
  • Kontak lembaga:

Organisasi/Lembaga

Narahubung dan nomor kontak respons Karhutla

BAZNAS Tanggap Bencana

Taufik, 081386407573

Caritas Indonesia

Rudy Raka, 085333333831

Dompet Dhuafa (DD)

Eka, 087771665816/Erwandi, 081291726244

Dompet Umat

Yusuf, 081352422384

DT Peduli

Andri Adi, 081321896192

HFI (Sekretariat)

Widowati, 081381545256; M. Ihsan, 08811404083

Human Initiative (HI)

Yeni Kartika, 085386561922; Uus Suriansyah, 081350032463

MDMC

Rini,  085651287979

Nurul Hayat (NH)

Handy Laksono, 085163031055

Yayasan Penabulu-OXFAM

Aris Subakti, 08113547005

PMI

Areis Indrawan, 08111182852

Aulia Arriani, 0816795379

Relawan Nusantara (RN)

Ardi, 081224568808

Rumah Zakat (RZ)

Bagas, 081805366671

World Vision Indonesia (WVI)

Fransisco Fernando, 0852393193965

Yakkum Emergency Unit (YEU)

Sabat, 081327097431

Dashboards

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kontak Sekretariat IHCP:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

→ Index