LAPORAN SITUASI RESPONS BENCANA SUMATRA #11

30 Januari 2026

Sorotan

  • Per 30 Januari 2026 berdasarkan https://gis.bnpb.go.id/bansorsumatera2025/, BNPB melaporkan jumlah pengungsi telah berkurang menjadi 106.000 orang. 
  • Jumlah korban tewas telah mencapai 1.204 dan 140 orang hilang di tiga provinsi tersebut. 
  • Jumlah pengungsi terbanyak terdapat di Provinsi Aceh (85.900 pengungsi). Di Sumatra Utara sejumlah 11.100 orang mengungsi, dan di Sumatra Barat terdapat 9.000 pengungsi.
  • Total rumah rusak mencapai 264.105 unit dengan rincian 53.396 rumah rusak berat, 151.577 rusak ringan, dan 59.132 rusak sedang. Jumlah rumah rusak berat di Aceh mencapai 40.582. Sedangkan rumah rusak berat di Sumatra Utara 7.492 unit dan di Sumatra Barat 5.322 unit.
  • Provinsi Daerah Istimewa Aceh menetapkan perpanjangan Status Keadaan Darurat terhitung sejak tanggal 21 Januari 2026 sampai dengan 3 Februari 2026.
  • Per 21 Januari, 37 kabupaten/kota telah menetapkan status Transisi Darurat ke Pemulihan (12 di Aceh, 14 di Sumatra Utara, dan 11 di Sumatra Barat) dan 6 daerah di Aceh memperpanjang status tanggap daruratnya. 
1.204
Meninggal (BNPB)
140
Orang hilang (BNPB)
106.000
orang Pengungsi (BNPB
264.105
Rumah rusak  (BNPB)

Laporan Situasi

  • Per 23 Januari, BNPB melaporkan jumlah pengungsi telah berkurang menjadi 106.000 orang. Jumlah korban tewas telah mencapai 1.204 dan 140 orang hilang di tiga provinsi tersebut. Jumlah pengungsi terbanyak terdapat di Provinsi Aceh sejumlah 85.900 pengungsi. Di Sumatra Utara sejumlah 11.100 orang mengungsi, dan di Sumatra Barat terdapat 9.000 pengungsi.
  • Di Provinsi Aceh jumlah pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Aceh Utara (33.300) disusul Pidie Jaya (14.800), dan Gayo Lues (13.100).  Di Sumatra Utara, pengungsi terbanyak terdapat di Kabupaten Tapanuli Tengah (4.900), Langkat (2.300) dan Tapanuli Selatan (1.900). Di Sumatra Barat terdapat 9.000 pengungsi dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Agam (2.500), Tanah Datar (1.600), dan Kota Padang (1.400). 
  • Dasbor BNPB melaporkan total rumah rusak mencapai 264.105 unit dengan rincian 53.396 rumah rusak berat, 151.577 rusak ringan, dan 59.132 rusak sedang. Jumlah rumah rusak berat di Aceh mencapai 40.582. Sedangkan rumah rusak berat di Sumatra Utara 7.492 unit dan di Sumatra Barat 5.322 unit. 
  • Provinsi Daerah Istimewa Aceh menetapkan perpanjangan Status Keadaan Darurat terhitung sejak tanggal 21 Januari 2026 sampai dengan 3 Februari 2026. Sementara itu secara total per 21 Januari, telah ada 37 kabupaten/kota yang menetapkan status Transisi Darurat ke Pemulihan (12 di Aceh, 14 di Sumatra Utara, dan 11 di Sumatra Barat) dan 6 kabupaten/kota di Aceh masih memperpanjang status tanggap daruratnya. 
  • Per 15 Januari, 96% (4.383 dari 4.549) sekolah sudah beroperasi dimana diantaranya 122 Sekolah belajar di tenda, 31 menumpang di sekolah/bangunan, dan 166 sekolah masih dalam proses pembersihan.
  • Di Provinsi Aceh, per 19 Januari 2026, jumlah kasus penyakit meningkat baik untuk ISPA (18.979 kasus) dan kulit (14.581 kasus) yang merupakan penyakit tertinggi yang dilaporkan. Penambahan yang terus terjadi pada pada dua penyakit tersebut menandakan pentingnya memperhatikan faktor risiko seperti paparan air kotor, sanitasi lingkungan yang buruk, serta kepadatan dan kelembapan di pengungsian. Selain itu dilaporkan diare (3.001 kasus), Influenza-like Illness/ILI (1.895 kasus), suspek demam tifoid (319 kasus). Sementara itu tidak ada kenaikan untuk suspek campak (34 kasus), suspek leptospirosis (1 kasus) dan suspek dengue (13 kasus). 
  • Per 14 Januari, akses layanan internet dan telekomunikasi oleh Telkom Group di wilayah Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat sudah beroperasi normal 100%. Sementara di Aceh, 1.875 dari total 1.964 BTS Telkomsel sudah berstatus online 95,4% normal (89 BTS masih offline) dan 132.200 dari total 145.384 pelanggan Indihome sudah tersambung akses internet atau 90,9% normal (13.148 pelanggan belum tersambung).
  • Per 14 Januari, ketenagalistrikan di Sumatera Barat telah 100% normal. Di Sumatera Utara 99,97% normal, tersisa 2 desa di Kab. Tapanuli Utara yang masih padam. Di Aceh telah mencapai 98,8% atau 6.425 dari 6.500 Desa, terdapat 75 desa di 8 Kabupaten yang masih padam diantaranya: 39 Desa (Aceh Tengah); 16 desa (Bener Meriah), 8 desa (Gayo Luwes), 6 desa (Aceh Tamiang); 3 desa (Aceh Timur) 1 desa masing-masing di (Bireun, Aceh Utara, dan Aceh Barat).
  • Per 14 Januari Penyaluran BBM & LPG di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah 100% normal .  Di Aceh, 151 dari 156 SPBU sudah beroperasi (97% Normal), sementara LPG sudah 100% normal. Ter dapat 3 Integrated Terminal BBM yakni Lhokseumawe (Aceh), Sibolga (Sumut), dan Teluk Betung (Sumbar) yang menghadapi kendala akses untuk penyaluran BBM akibat akses jalan yang terputus.

Respons Pemerintah

  • Total logistik yang ditangani Klaster Logistik Nasional di Bandara Halim dan telah didistribusikan sejak 29 November hingga 27 Januari 2026 telah mencapai 1.947,8 ton melalui pengiriman pesawat charter BNPB (56 sortie), pesawat Hercules (68 sortie), transportasi darat (55 truk) dan kapal laut (7 pelayaran). Buffer stock gudang di Bandara Halim tersisa 4.000 kg. 
  • Sebagai langkah mitigasi, Operasi Modifikasi Cuaca telah dilaksanakan secara intensif. Hingga 22 Januari 2026, telah dilakukan 532 sortie sebanyak 508.000 kg bahan semai di Aceh, 406 sortie di Sumatera Utara menebar 357.000 kg bahan semai, dan 409 sortie di Sumatera Barat sebanyak 406.325 kg bahan semai. Ratusan ribu kilogram bahan semai telah disebar untuk mengendalikan curah hujan di wilayah rawan bencana. 
  • Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) terus berjalan. Per 24 Januari 2026, total rumah rusak berat di tiga provinsi tercatat 42.900 unit, dengan 29.621 unit huntara diusulkan dan 7.414 unit dalam proses pengerjaan. Jumlah pembangunan huntara yang telah selesai dikerjakan adalah sebanyak 1.056 unit. Sebanyak 600 unit Hunian di Aceh Tamiang telah diserahterimakan pada 8 Januari 2026.
  • Penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) berdasarkan data BNPB per 24 Januari 2026 telah mencapai 3.536 KK. Total usulan mencapai 14.822 rekening, dengan 9.678 rekening telah tersiapkan. Di Provinsi Aceh, penyaluran DTH telah terealisasi kepada 834 penerima, Sumatera Utara 1.309 penerima, dan Sumatera Barat 1.393 penerima. Pemerintah terus mempercepat proses verifikasi dan penyaluran agar masyarakat dapat segera menempati hunian yang layak. 
  • Pada 15 Januari diadakan rapat koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Sumatra yang dikoordinasikan oleh Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi Pasca Bencana di Sumatra dan dihadiri oleh seluruh anggota Satgas.Dalam Rakor ini juga dipaparkan sejumlah skala prioritas percepatan, khususnya di sektor pendidikan. Prioritasnya meliputi percepatan penetapan relokasi sekolah yang rusak berat atau hanyut, pelaksanaan program cash-for-work melalui Dana Siap Pakai (DSP) dengan melibatkan masyarakat, serta pembangunan gedung pendidikan yang memenuhi standar struktur tahan gempa dan banjir.
  • Fasilitasi koordinasi oleh para koordinator wilayah IHCP dan mitra termasuk Tim Advokasi Kelompok Kerja Bantuan Non Tunai (BaNTu) dengan dukungan Tim Advokasi Kelompok Kerja Pelibatan Masyarakat di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mendorong pemerintah daerah membangun mekanisme koordinasi multipihak sebagai berikut:
    • Di Aceh, pemerintah daerah Aceh Utara mengadakan rapat koordinasi aktivasi Klaster PB pada 15 Januari 2026.
    • Dinas Sosial Provinsi Aceh mengadakan pertemuan perumusan  tujuan, fokus kerja prioritas, dan penguatan mekanisme koordinasi masing-masing sub klaster di dalam Klaster PP Provinsi Aceh pada 18 dan 20 Januari 2026. 
    • Pada 21 Januari, bersama Bappeda Aceh Tamiang dan Ketua Posko relawan mendiskusikan rencana penerapan satu data serta penyiapan personel untuk manajemen informasi yang akan mengoordinasikannya lintas dinas terkait data warga terdampak sampai level desa dan menyiapkan pendataan siapa-melakukan-apa-di mana bagi CSO yang beraktivitisa di tingkat kecamatan dan desa.
    • Pada 23 Januari, Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Aceh meluncurkan platform Respons Warga untuk umpan balik kasus perlindungan yang dapat diakses pada http://s.id/UmpanBalik_Kasus-BansorSumatra. Peluncuran platform tersebut menjadi bagian dari reaktivasi Klaster Pengungsian dan Perlindungan yang dikoordinasikan Dinas Sosial Provinsi Aceh.
    • Sekretaris Daerah Provinsi Aceh mengadakan pertemuan koordinasi Klaster PB pada 23 Januari untuk memperkuat aktivasi Klaster Penanggulangan Bencana (Klaster PB) di Provinsi Aceh dan mengafirmasi Klaster Pengungsian dan Perlindungan dengan sub-klasternya.  
    • Di Kabupaten Aceh Tamiang, pemerintah daerah telah membentuk Sekretariat Bersama untuk memperkuat kolaborasi pemerintah daerah, IHCP, serta mitra dan jejaringnya. Pemerintah Daerah juga sedang mengembangkan dasbor resmi data korban dan kerusakan infrastruktur bencana di Kabupaten Tamiang.
    • Di Sumatra Utara, pada 20 Januari diadakan rapat koordinasi Walikota Sibolga dengan Unsur Pengarah BNPB, Kemenko PMK, BNPB dan OPD Kota Sibolga serta CSO untuk mendiskusikan pendataan rumah rusak, bantuan hunian serta percepatan R3P.
    • Pemerintah Provinsi Sumatra mengadakan rapat koordinasi pada 22 Januari untuk menerbitkan surat keputusan Tim Koordinasi Bantuan Tunai untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatra Utara.
    • Pada 22 Januari, DP3A Kabupaten Tapanuli Tengah mengadakan rapat koordinasi perlindungan anak bersama IHCP serta mitra pembangunan dari CSO dan membentuk tim kecil bersama untuk manajemen informasi P3A dan mendiskusikan mekanisme rujukan beranggotakan dinas terkait di Tapanuli Tengah. 
    • Di Sumatra Barat, pada 19 Januari diadakan rapat koordinasi BPBD dengan koordinator wilayah IHCP mendiskusikan dukungan pemetaan zona rawan bencana dan identifikasi lokasi huntap oleh Fly for Humanity dan sinkronisasi perkembangan data IHCP dengan BPBD Sumbar per hari.
    • Dinas Sosial mengadakan rapat koordinasi pada 21 Januari untuk memfinalisasi draft Pedoman Bantuan Non Tunai Multi Guna untuk Provinsi Sumatra Barat guna memastikan keselarasan implementasi bantuan tunai pascabencana.

Respons Klaster Penanggulangan Bencana

  • Jumlah penerima manfaat dan nilai bantuan sementara yang tercatat oleh IHCP melalui laporan harian klaster/sub-klaster/pokja dari berbagai lembaga/organisasi, dan individu serta informasi dari kementerian/lembaga dari 6 Desember 2025 hingga 30 Januari 2026 adalah sebagai berikut:

Laporan kegiatan harian klaster-subklaster IHCP mulai 6 Desember 2025 hingga 20 Januari 2026 adalah sebagai berikut (laporan per hari dapat dilihat pada https://bit.ly/3MvIGnz):

Klaster Logistik

Koordinator: BNPB

Tim Pendukung (fasilitasi koordinasi unsur nonpemerintah sejak pembentukan klaster/sub-klaster di tahun 2014): PMI didampingi WFP melalui program reguler.

  • Total logistik yang ditangani Klaster Logistik Nasional di Bandara Halim yang telah didistribusikan sejak 29 November hingga 27 Januari 2026 telah mencapai 1.947,8 ton melalui pengiriman pesawat charter BNPB (56 sortie), pesawat Hercules (68 sortie), transportasi darat (55 truk) dan kapal laut (7 pelayaran). Buffer stock gudang di Bandara Halim tersisa 4.000 kg. 

Klaster Kesehatan

Koordinator: Kementerian Kesehatan

Tim Pendukung (fasilitasi koordinasi unsur non pemerintah sejak pembentukan klaster/sub-klaster di tahun 2014): Dompet Dhuafa, Obor Berkat Indonesia (OBI), di dampingi WHO, UNICEF (Sub-Klaster Gizi), UNFPA melalui program reguler di sektor kesehatan. 

  • Sub-klaster Layanan kesehatan: Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan 17 pegiat layanan kesehatan lainnya adalah JIP-ACS-IAC, BSI Maslahat-BSMI DI Jakarta-BSMI Sumatra Utara-BSMI Jawa Barat, FOZ, Harmoni Nusa, Laznas Nurul Hayat, LKC Dompet Dhuafa, Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Nurul Hayat, Obor Berkat Indonesia (OBI), Palang Merah Indonesia (PMI), Peduli Muslim,  Perifer Relawan Medis, PPTI-Griya Sehat Madasakti-Laskar Hijau, Pusrehabkeshan Kemhan, Yayasan Save the Children Indonesia, dan Yayasan Sehat Hebat Data Aceh Indonesia (SEHAI).
  • Sub-klaster Kesehatan Reproduksi: Kementerian Kesehatan, BKKBN (Fasilitator PPAM Kespro Nasional), Dinas Kesehatan, dan 37 organisasi/lembaga nonpemerintah yaitu  ALF, Lintas Komunitas Motor, AnalLeuserFondation, Komunitas Motor (Perduatakan duniawi, Duastrok, Komunita Trill Agara, Pemuda Ketambe), AIPTKMI-IAKMI-FKM USU-Institute Kesehatan Sumatra Utara-Universitas Sari Mutiara, DoctorSHARE, IBI-AIPTKMI-IAKMI-UNFPA melalui program regulernya-Kemenkes-PKBI, ACS, IAC,  IDAI Aceh dengan Alumni FKUI, JIP,  Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M), MDMC, LKC Dompet Dhuafa, Obor Berkat Indonesia (OBI), PKBI Daerah Sumatra Utara, PMI, UNMUHA-IBI Aceh-SEHAI-UNICEF melalui program regulernya-YAHIJAU-IDAI Aceh, YADUA Aceh, Yayasan Dokter Peduli/doctorSHARE. 
  • Sub-klaster Kesehatan Lingkungan: Save the Children berkolaborasi dengan Yayasan Geutanyo dan Wahana Visi Indonesia (WVI). 
  • Sub-klaster Gizi:  LKC Dompet Dhuafa, Wahana Visi Indonesia, Save the Children, UNICEF melalui program regulernya. 

Subklaster Promosi Kesehatan: empat organisasi yaitu Forum Zakat (FOZ), LKC Dompet Dhuafa, MDMC, Pusat Kajian dan Perlindungan Anak.

Anggota Klaster Kesehatan yang mendukung operasi penanganan darurat sejak 8 Desember 2025 hingga 30 Januari 2026 telah melayani 357.509 penerima manfaat dengan nilai Rp2.355.558.000,- 

Sub-klasterJumlah penerima manfaat (jiwa)Nilai bantuan (Rp.)
Layanan Kesehatan215.445 862.950.000
Kesehatan Reproduksi6.775994.760.000
Kesehatan Lingkungan3.868120.218.000
Gizi100.77913.980.000
Promosi Kesehatan22.078363.650.000
Sub-total357.5092.355.558.000

Klaster Pendidikan

Koordinator: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen)

Tim Pendukung  (fasilitasi koordinasi unsur nonpemerintah sejak pembentukan klaster/sub-klaster di tahun 2014): Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB), Pos Pendikan BPMB di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat didampingi UNICEF melalui program reguler di sektor pendidikan. 

  • 36 organisasi/lembaga yaitu Anak Ceria Foundation, Baitulmal Tazkia, BPMP Aceh, Caritas Indonesia, Caritas Sibolga, Dompet Dhuafa, Geutanyo Aceh, Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Sumbar, KGBN Langkat, KGBN Sumut, Kementerian Komdigi, LPA Deli Serdang, MDMC, MORE EDU, Natasha Rizki x Kitabisa.com, Plan Indonesia, PREDIKT, Relawan Gesit Salam Setara, Respon Darurat Pendidikan (GREAT Edunesia), Rumah Relawan Remaja, Rumah Zakat, Safari Subuh Masjid Agung Sigli, Save the Children Indonesia, Sekolah Relawan, Semua Murid Semua Guru, Sigap Kerlip Indonesia, Sigap Kerlip Sumbar, SMPN 2 Padang Panjang, Universitas Syiah Kuala, USK – PKM Sahabat, USU, Wahana Visi Indonesia, Yayasan Sabena Karya Inovasi, YDSF, YKU Indonesia, YSKI.

Pencatatan kegiatan harian anggota Klaster Pendidikan yang mendukung operasi penanganan darurat sejak 8 Desember 2025 hingga 30 Januari 2026 menunjukkan telah tersalur bantuan pendidikan untuk 43.282 jiwa dengan nilai bantuan Rp.81.421.007.811,-  termasuk bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah disalurkan senilai Rp79.800.000.000 miliar.

Klaster Pengungsian dan Perlindungan

Koordinator: Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk Sub-klaster Perlindungan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Pemberdayaan Perempuan (PPKBGPP).

Tim Pendukung (fasilitasi koordinasi unsur nonpemerintah sejak pembentukan klaster/sub-klaster di tahun 2014):

  • Sub-Klaster Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL): Mercy Corps Indonesia (Aceh), Yayasan PKPA di Sumatra Utara, dan relawan IHCP di Sumatra Barat didampingi UNICEF melalui program reguler di sektor perlindungan.
  • Sub-klaster Shelter/Hunian: PMI didampingi IFRC melalui program reguler.
  • Sub-klaster Koordinasi dan Manajemen Tempat Pengungsian: IOM melalui program reguler..
  • Sub-klaster Perlindungan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Pemberdayaan Perempuan (PPKBGPP): Obor Berkat Indonesia (OBI), UNFPA melalui program reguler dengan KemenPPA.
  • Sub-klaster Perlindungan Anak: UNICEF melalui program reguler 
  • Sub-klaster Perlindungan Lansia dan Kelompok Berisiko Lebih: Yakkum Emergency Unit, CBM Global Disability Inclusion, dan ASB. 
  • Sub-klaster Dukungan Psikososial: MPBI; di Aceh: Sigma Initiative Indonesia; di Sumatra Utara: WVI; di Sumatra Barat: MDMC
  • Kelompok Kerja Bantuan Nontunai (BaNTu):  WVI

Anggota Klaster Pengungsian dan Perlindungan yang mencatatkan kegiatan dukungan operasi penanganan darurat harian sejak 8 Desember hingga 30 Januari 2026 telah melayani 3.316.543 jiwa dengan nilai Rp.63.490.396.003,- dengan  rencana bantuan nontunai untuk 733.055 jiwa dengan nilai Rp.51.445.808.853,- (termasuk Kemensos untuk 1.071 jiwa bernilai Rp.16.065.000.000). 

Sub-klasterJumlah penerima manfaat (jiwa)Nilai bantuan (Rp.)
Air Minum dan Penyehatan Lingkungan2.539.807 7.539.797.100
Shelter/Hunian13.963777.258.000
Perlindungan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Pemberdayaan Perempuan (PPKBGPP): 3.685737.672.050
Perlindungan Lansia dan Kelompok Berisiko Lebih16.204187.000.000
Dukungan Psikososial3.9792.062.705.000
Perlindungan Anak4.07597.200.000
Kelompok Kerja Bantuan Nontunai (BaNTu)*733.05551.445.808.853
Sub-total3.316.54363.490.396.003
  • Sub-Klaster Air Minum dan Penyehatan Lingkungan: tercatat 40 organisasi/lembaga yaitu ASB, APAD Indonesia, Brigade Masjid, CDRM&CDS UHN, Children Youth Disability for Changes (CYDC) Aceh, Unit LIDI BPBD Jawa Tengah, DMC Ikatek UNHAS, KAGAMA CARE, CARE, DMC IKATED UNHAS, Dompet Dhuafa,  Forum Zakat (FOZ), Global Ehsan Relief, Harmoni Nusa, Human Initiative, Kagama Care, IKA USU Wilayah Sumbar, Institut Teknologi Bandung,  Islamic Relief Indonesia, IZI, Jemari Sakato, KUN Humanity System+Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M), Mercy Corps Indonesia, Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Nurul Hayat, Palang Merah Indonesia, Relawan Difabel Lokal ASB, Relawan Lokal Pidie Jaya-ASB SSEA, Rumah Zakat, Save the Children Indonesia (SCIDN) , UNICEF melalui program regulernya, Water Mission, Yayasan Cita Wadah Swadaya, Yakkum Emergency Unit (YEU), YKU Indonesia, Yayasan CARE Peduli/CARE Indonesia,  Yayasan Geutanyo, Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI),  dan Yayasan Plan International Indonesia.  
  • Sub-klaster Shelter/Hunian: 11 organisasi/lembaga yaitu Caritas Indonesia, Forum Zakat (FOZ), Human Initiative, PMI, Rumah Zakat, Islamic Relief Indonesia, MDMC, Nurul Hayat, Obor Berkat Indonesia/OBI, Sahabat Aksi Respon Humanitarian, Yakkum Emergency Unit (YEU), Yayasan KKSP Medan. 
  • Sub-klaster Perlindungan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Pemberdayaan Perempuan (PPKBGPP): 11 organisasi/lembaga yaitu KemenPPA berkolaborasi dengan UNFPA melalui program regulernya, LBH Apik Medan, Obor Berkat Indonesia (OBI) berkoordinasi dengan PKBI dan Dinkes Sibolga, PKBI Daerah Aceh, UN Women, Yayasan CARE Peduli (CARE Indonesia), Yayasan Perempuan dan Anak Negeri. 
  • Sub-klaster Perlindungan Lansia dan Kelompok Berisiko Lebih: 8 organisasi/lembaga yaitu CBM, Fidakama, DPD Gerkatin Sumbar, HWDI Langkat, Kagama Care, MPBI, PMI, Yakkum Emergency Unit. 
  • Sub-klaster Dukungan Psikososial: 34 organisasi/lembaga yaitu Dinas Sosial Aceh, Forum Zakat (FOZ), Gus Mus Raksa Jasad, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Sumatra Barat, Hizbul Wathan Muhammadiyah Sumut, IBU Foundation, Indonesia Hypnosis Centre (IHC), Kampung Dongeng Subulussalam, Kesehatan Mental Indonesia, Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Lhokseumawe, Lentera Habibi, LKC Dompet Dhuava, Muhammadiyah Disaster Management Centre/MDMC, Nurul Hayat, Obor Berkat Indonesia (OBI), Ormawa Universitas Abulyatama, Palang Merah Indonesia (PMI),  Perkumpulan Pelatih Kesehatan Profesional (PPKP), Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Indonesia, Pusrehabkeshan Kemhan, Rebana Indonesia, Relawan Gesit-Salam Setara, Relawan Nusantara, Rumah Zakat, SD Qur’an Ibnu Abbas, SIGMA Initiative Indonesia, Sinergi Puspita, Sumatra Wild Adventure, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, Tim Psikososial UMP, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Muhammadiyah Malang & Universitas Brawijaya, Wahana Visi Indonesia, Wakaf Salman, Yayasan Andaru Selaras, Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI), Yayasan Plan International Indonesia.  
  • Sub-klaster Perlindungan Anak: enam organisasi/lembaga yaitu Forum Zakat (FOZ), PKBI Daerah Sumatra Barat/PKBI Cabang Agam, Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI), Yayasan Kesejahteraan Anak Pesisir Indonesia, Save the Children Indonesia (SCIDN), UNICEF melalui program reguler. 
  • Sub-klaster Koordinasi dan Manajemen Tempat Pengungsian: empat organisasi/lembaga yaitu Dompet Dhuafa, Caritas Indonesia (Karina KWI), Forum Zakat (FOZ), Nurul Hayat.

Kelompok Kerja Bantuan Nontunai (BaNTu): Kementerian Sosial dan 22 lembaga/organisasi yaitu Kementerian Sosial, ADRA Indonesia, Adventiest Community Services (ACS), Cendekia Muda Cemerlang (CMC), Bina Trubus Swadaya, CBM Global Disability Inclusion, CRS Indonesia, Fondasi Hidup (FH) Indonesia, Human Initiative, Islamic Relief Indonesia, WVI,  Jemari Sakato, KKSP, Mercy Corps, Nurani Perempuan WCC, Nurul Hayat, PMI, Rumah Zakat, Save the Children Indonesia UNFPA, Yakkum Emergency Unit, Yayasan Geutanyo, Yayasan Plan International Indonesia, UNICEF melalui program reguler perlindungan sosial.

Kegiatan lain dalam lingkup pengungsian dan perlindungan yang tercatat hingga 30 Januari 2026 adalah :

  • Pemulihan Hubungan Keluarga: 2.000 jiwa.
  • Distribusi bantuan (logistik kemanusiaan) dan dapur umum. Jumlah penerima manfaat: 734.830 jiwa dengan nilai Rp.52.088.808.853,-
  • Selain upaya IHCP untuk mencatat kegiatan harian organisasi melalui pendataan harian per klaster/sub-klaster/pokja, didapatkan informasi sebagai berikut:
  • PMI (melalui tautan https://senyar25.pmi.or.id) per 29 Januari 2026 telah melayani 2.968.000 jiwa. 
  • FOZ melayani 838.865 jiwa dengan nilai bantuan Rp.51.405.439.538,-
  • HFI melaporkan per 30 Januari 2026 bahwa anggota HFI yaitu DT Peduli, BAZNAS, MDMC, Rumah Zakat, Human Intiative, Dompet Dhuafa, LPBI UN, PrB PGI, AMCF, YKMI, Rebana Indonesia, ADRA, Caritas Indonesia, YCWS, YEU, WVI, HfHI, Word Harvest, Nurul Hayat secara keseluruhan telah melayani 553.163 jiwa, dengan nilai bantuan sebesar Rp.85.100.000.000,- melalui mobilisasi 2.090 personelnya. 
  • Save the Children per 8 Januari 2026 telah melayani 65.047 jiwa termasuk 33.084 anak-anak. 
  • Obor Berkat Indonesia/OBI per 29 Desember 2025 melayani 28.565 jiwa. 
  • Pokja Pelibatan Masyarakat, Dinas P3A dan Dinas Sosial Provinsi Aceh telah meluncurkan peluncuran platform Respons Warga untuk umpan balik perlindungan di Provinsi Aceh yang difasilitasi IHCP pada tanggal 23 Januari 2026.

Koordinasi

Kebutuhan mendesak

  • Penyediaan air bersih termasuk air minum karena gangguan layanan PDAM di seluruh wilayah terdampak. 
  • Permakanan untuk anak-anak, tenda sekolah darurat dan perlengkapan belajar (school kit), pembersihan sekolah pasca bencana serta dukungan psikososial bagi peserta didik dan pendidik.  
  • Untuk kebutuhan pengungsi diperlukan bantuan(yang sensitif pada kebutuhan khusus yaitu permakanan (termasuk makanan bayi), selimut, kasur, family kits, hygiene kits, obat-obatan (obat dasar, malaria prophylaxis, dan vaksin tetanus), layanan kesehatan darurat, perlengkapan balita, perlengkapan ibadah, tenda pengungsi, terpal alas tenda/matras/tikar, lampu/lentera, kit kebersihan diri dan kebutuhan khusus perempuan dan remaja putri, alat dan obat kontrasepsi.

Daftar Kontak dan Tautan informasi

Catatan Tambahan

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi sekretariat IHCP:

  1. Ignacio Romero, Lab Lokalisasi Indonesia, romero@pujionocentre.org, Telp: +62 878 6164 8312
  2. Disya Marianty, Lab Lokalisasi Indonesia, disya@pujionocentre.org, Telp: +62 857 0694 2247
  3. Dimas Perdana, Yayasan Lokadaya, dimas.perdana@lokadaya.id, Telp: +62 812 2674 3399

Penjelasan tentang IHCP dapat diakses pada https://bit.ly/Panduan-IHCP-Kolaborasi-Multipihak 

Formulir pendaftaran menjadi anggota IHCP: http://bit.ly/Formulir-Anggota-IHCP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index