Click Here to get the Situation Report in English Version.

Informasi Kunci

Data sementara dari BNPB per 19 Agustus, 2026 Pukul 09:00 WIB

Meninggal Luka - Luka Mengungsi Rumah Rusak
71
1.182
40.145
11.950

Kebutuhan Mendesak

·  Kebutuhan mendesak pengungsi yang diidentifikasi BNPB masih serupa dengan daftar yang telah dituliskan pada Laporan Situasi IHCP nomor 2/18 Agustus 2026 yang dapat diakses pada https://bit.ly/Sitrep_2_IHCP.

· Berdasarkan pengkajian ASB, anggota IHCP, berikut perkiraan kebutuhan shelter dan WASH (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) inklusif:

 

Perkiraan Kebutuhan

7 Kab terdampak di Pulau Flores NTT

Kab Bima – Prov NTB

Kab. Kepulauan Selayar – Prov Sulawesi Selatan

Shelter

Hunian sementara berbasis keluarga yang aksesibel

399

1

1

Hunian sementara berbasis komunal kapasitas 40 orang (8-10 keluarga)

155

1

Jamban Toilet Komunal Aksesibel

124

 

 

pispot atau toilet kursi pispot portable

354

1

1

Handuk ukuran anak

5.074

12

17

Handuk ukuran remaja-dewasa

25.970

59

88

Sikat dan pasta gigi anak 50 gr per 3 bulan

5.074

12

17

Sikat dan pasta gigi dewasa 120 gr per 3 bulan

25.970

59

88

Kebersihan menstruasi:

·       pembalut sekali pakai 15 bh/bulan

157.701

361

533

·       pembalut reuseable 6 bh/tahun

63.080

144

213

·       Pakaian dalam extra wanita 6 bh/tahun

63.080

144

213

·       Sabun cadangan 250 gr /bulan

10.513

24

36

Inkontinensia (tidak bisa menahan kencing/BAB):

·       Pakaian dalam 12 bh/tahun

37.007

85

125

·       kasur/alas anti bocor yang dapat dicuci 2 bh/orang

6.168

14

21

·       pispot dan botol urinoir (pria dan wanita)

3.084

7

10

·       sabun cuci extra (500 gram)

3.084

7

10

·       sabun mandi extra (500 gram)

3.084

7

10

·       tempat air extra (vol 10-20 liter)

3.084

7

10

Laporan Situasi

  • BNPB melalui dashboardnya melaporkan per 19 Agustus pukul 09:00 WIB jumlah pengungsi dengan perincian sebagai berikut:

Provinsi

Kabupaten/kota

Jumlah pengungsi

Nusa Tenggara Timur

Manggarai Timur

15,465

Manggarai

6,487

Nagekeo

6,221

Sikka

5,681

Ende

3,600

Ngada

1,920

Manggarai Barat

600

Sulawesi Selatan

Kepulauan Selayar

105

Total

40,079

  • BPBD NTT melaporkan per 18 Agustus bahwa berdasarkan hasil pengkajian cepat lebih dari 30% pengungsi di pengungsian terpusat adalah perempuan, anak, balita, dan ibu hamil yang membutuhkan intervensi perlindungan spesifik, bukan sekedar logistik  umum.
  • Berdasarkan pendataan per 19 Agustus, kerusakan terjadi pada 217 fasilitas pendidikan, 96 fasilitas kesehatan, 46 kantor pemerintah, dan 77 rumah ibadah.
  • Prediksi cuaca BMKG pada 19 Agustus pukul 09:26 WIB untuk 19 hingga 21 Agustus menyebutkan potensi angin kencang untuk wilayah Nusa Tenggara Timur.
  • Berdasarkan data BNPB, Tim Emergency Response (ER) ASB menganalisis dan memproyeksikan Perkiraan Data Pilah dan Perkiraan Kebutuhan Sektor WASH (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) dan Shelter per kabupaten/kota terdampak, beberapa diantaranya secara akumulatif untuk wilayah terdampak:

Perkiraan Data Terpilah

7 Kab terdampak di Pulau Flores NTT

Kab Bima – Prov NTB

Kab. Kepulauan Selayar – Prov Sulawesi Selatan

Keluarga

6209

14

21

Perkiraan Data Terpilah

7 Kab terdampak

di Pulau Flores NTT

Kab Bima – Prov NTB

Kab. Kepulauan

Selayar – Prov Sulawesi Selatan

Keluarga yang dikepalai perempuan

738

2

2

Penyandang Disabilitas

1.993

5

7

Ragam kesulitan/gangguan fungsi IDPs:

– melihat

1.028

2

3

– mendengar

605

1

2

– berjalan/naik turun tangga

894

2

3

– mengingat/berkonsentrasi

546

1

2

– Mengurus Diri, (seperti mandi, makan, berpakaian,

buang air besar, dan buang air kecil)

354

1

1

– Berkomunikasi (dipahami/ memahami Lawan bicara

397

1

1

– Menggunakan Tangan/Jari

363

1

1

– berpikir dan belajar dan/

atau mengalami disabilitas intelektual

314

1

1

– Perilaku/ Emosional

248

1

1

Jenis Kelamin dan Kelompok Usia:

Laki-laki 0-4 tahun

1.298

3

4

Perempuan 0-4 tahun

1.238

3

4

Laki-laki 5-14 tahun

2.613

6

8

Perempuan 5-14 tahun

2.475

3

4

Laki-laki 15-19 tahun

1.321

3

4

Perempuan 15-19 tahun

1.243

3

4

Laki-laki 20-39 tahun

5.137

12

17

Perempuan 20-39 tahun

4.957

11

17

Laki-laki 40-59 tahun

3.844

9

13

Perempuan 40-59 tahun

3.834

9

13

Laki-laki 60+ tahun

1.489

3

4

Perempuan 60+ tahun

1.595

5

5

Total Jenis Kelamin dan Kelompok Usia

31.044

71

105

  • ASB juga melaporkan bahwa kebutuhan dasar perlengkapan dan sarana hunian masih menjadi prioritas terutama pada masyarakat yang mengalami dampak kerusakan rumah dan masih cemas akibat gempa susulan masih sering terjadi.  Masih terjadi kesenjangan pemenuhan kebutuhan spesifik kelompok berisiko tinggi (penyandang disabilitas, lansia, anak dan perempuan) dan perlu menjadi prioritas baik di sektor WASH, pangan dan nutrisi, perlengkapan dan akses pendukung mobilitas di hunian sementara dan layanan fasilitas kesehatan.
  • Guncangan sempat memicu gelombang pasang dan surut air laut di beberapa titik pesisir. Penilaian terhadap potensi kerusakan terumbu karang akibat gempa kuat dan kerusakan ekosistem pesisir yang terkena tsunami perlu dilakukan meski tsunami terjadi dalam skala kecil sampai dengan 1 meter. Risiko iklim pada musim kemarau di wilayah Flores dan efek fenomena El-Nino membuat durasi kemarau semakin panjang yang dapat meningkatkan risiko berkurangnya suplai air bersih dan suplai air pertanian yang berpotensi meningkatkan risiko masyarakat terdampak karena kerusakan infrastruktur dan pengaruh gempa pada keberadaan sumber-sumber mata air. Pemetaan dan penilaian terhadap wilayah yang berpotensi tinggi mengalami longsor akibat gempa-gempa susulan untuk mitigasi risiko, terutama di wilayah yang rawan longsor.
  • Dampak gempa juga menyebabkan longsoran yang menutup alur sungai dan mengganggu sistem penyediaan air minum. Akibatnya air yang dialirkan melalui SPAM menjadi keruh karena masuknya material tanah.
  • Wahana Visi Indonesia pada 19 Agutus melaporkan hasil asesmen awal menunjukkan bahwa anak-anak masih mengalami tekanan psikologis akibat gempa susulan yang berulang, pengungsian yang berkepanjangan, serta ketidakpastian mengenai kondisi tempat tinggal mereka ke depan. Selain itu hasil asesmen di Ende, Ngada, dan Manggarai mengidentifikasi keterbatasan atau belum adanya layanan PMBA yang aktif di wilayah terdampak.

Respons Pemerintah

  • Berdasarkan dashboard BNPB, bantuan dari kementerian/lembaga dapat dikategorikan dalam 10 jenis bantuan sebagai berikut:
  •  Berdasarkan dashboard BNPB, bantuan dari kementerian/lembaga dapat dikategorikan dalam 10 jenis bantuan sebagai berikut: Paket sembako mendominasi dengan sekitar 54,5 ribu paket; Mi instan sekitar 20 ribu dus; Selimut sekitar 14,7 ribu unit/koli; Mi cup sekitar 8,8 ribu dus

  • Menteri Kesehatan meninjau kondisi pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 18 Agustus.  Kemenkes tengah membangun rumah sakit lapangan yang berlokasi di stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai. Rumah sakit lapangan tersebut akan dilengkapi dengan ruang operasi sehingga pelayanan bedah dapat dilakukan secara aman meskipun bangunan utama rumah sakit mengalami kerusakan. Selain RSUD Ruteng, Kemenkes juga menyiapkan pembangunan rumah sakit lapangan di RSUD Nagekeo. Kedua rumah sakit tersebut merupakan fasilitas kesehatan rujukan yang mengalami kerusakan akibat gempa sehingga tidak dapat beroperasi secara optimal.  Kemenkes juga akan memperkuat mobilisasi tenaga kesehatan dan relawan untuk melakukan penyisiran atau sweeping kesehatan ke berbagai wilayah terdampak mengidentifikasi masyarakat yang membutuhkan pelayanan segera, termasuk pasien yang perlu dirawat maupun dirujuk ke rumah sakit.
  • Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Nusa Tenggara II mengajak masyarakat untuk melaporkan kerusakan rumah akibat gempa bumi di Pulau Flores melalui https://s.id/DataRumahBP3KPNTII dengan menyertakan identitas pelapor, lokasi, dan foto kerusakan rumah untuk membantu proses verifikasi dan tindak lanjut.
  • Kemen PU melalui BPJN telah melakukan pemulihan jalan tertutup longsor dengan memobilisasi 7 excavator dan 4 loader di titik rawan. Sejumlah 32 dari 33 titik longsor telah ditangani dan fungsional, 4 titik patahan jalan dan 4 kerusakan jembatan telah fungsional. Ruas Wolowaru-Maumere dan Jembatan Wae Pesi telah pulih. Penanganan sementara lainnya: Malwater 0 Bts. Kota Ruteng, Ruteng – Km 210, Ruteng-reo-Kedindi, Km 210-Bts. Kab. Manggarai, Gako-Aigela-Bts. Kota Ende, Kota Ende-Wolowaru.
  • BBWS Nusa Tenggara II mengerahkan 13 unit excavator: 3 unit di Kab. Sikka, 8 unit di Bendung Mbay, 1 unit di Kab. Manggarai Barat, dan 1 unit di Nagaroro serta menyiagakan 1 unit drilling rig dan 2 unit truck crane.
  • Prioritas utama pemulihan komunikasi pada Manggarai Timur dan Ende masing-masing tinggal 1 site (progress pemulihan 98.3% dan 96.3%). Dukungan tambahan: penyediaan free wifi Telkom Group dan jaringan mobile genset di posko darurat.
  • Pemuihan kelistrikan Flores Bagian Timur dan Barat (99.9%), seluruh gardu induk beroperasi penuh, dan 566.525 pelanggan telah menyala kembali (sisa 272). Listrik di Pulau Palue 1 penyulang telah pulih, dan 5 dari 6 gardu distribusi telah menyala, serta 1.625 dari 1.921 pelanggan (84.59%) telah kembali memperoleh layanan listrik.
  • Dukungan alutsista/armada udara berupa 1 unit Helikopter As 350 B3 reg. PK DBM (BNPB), 2 unit pesawat Susi Air (BNPB), 1 unit Helikopter Caracal TNI AU, 1 unit Helikopter Bell 412 TNI AD, 1 unit pesawat Caravan Ditjen Hubud, 1 unit Helikopter Bell 412 TNI AD, 1 unit Helikopter Panther TNI AL dan 2 unit Helikopter Bell Ditjen Hubud. Dukungan armada darat berupa 40 truk dan dukungan armada laut berupa KRI Bung Hatta-370, KRI SHS-990, KRI TGI dan KRI TCB-532. 

Respons Multipihak termasuk Unsur Nonpemerintah

Klaster Pencarian dan Pertolongan: Basarnas mengkoordinir pencarian dan pertolongan warga terdampak yang belum ditemukan. ORARI sebagai bagian dari potensi SAR menginformasikan kepada para pegiat kemanusiaan terutama tim medis untuk menggunakan radio HT/Rig VHF pada frekuensi 147.000 MHz mengingat komunikasi seluler belum pulih.

Klaster Logistik per 19 Agustus 2026: Dashboard BNPB (https://data.bnpb.go.id/gempantt2026) melaporkan bantuan logistik yang telah diterima sebesar 643,17 Ton dan telah didistribusikan 221.57 ton

Klaster Kesehatan per 19 Agustus 2026 (dashboard Klaster Kesehatan https://datastudio.google.com/reporting/35badcdd-7dd0-4208-9bc5-573007f8b8eb/page/Rkk6F): 29 tim/individu yang melakukan kegiatan layanan kesehatan dengan total 128 personil di lapangan. Saat ini masih dibutuhkan Emergency Medical Team (EMT) untuk memenuhi kebutuhan di beberapa kabupaten terdampak. Untuk EMT (non individual) yang siap dimobilisasi dapat mengisi form https://forms.gle/efwaQnQVizHw7P1t5 dan memilih lokasi (kabupaten) penugasan. Narahubung: Corona Rintawan: +62 882-2355-7711.

Data pegiat layanan kesehatan yang tercatat per 19 Agustus 2026 pkl. 11:00 WIB.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index