LAPORAN SITUASI RESPONS BENCANA SUMATRA #9

14 Januari 2026

Sorotan

  • Per 14 Januari 2026 pkl. 17.38 WIB, BNPB melaporkan jumlah pengungsi telah berkurang menjadi 131.500 orang. Jumlah korban tewas telah mencapai 1.190 dan 141 orang hilang di tiga provinsi tersebut. 
  • Jumlah pengungsi terbanyak terdapat di Provinsi Aceh sejumlah 107.100 pengungsi. Di Sumatra Utara sejumlah 13.600 orang mengungsi, dan di Sumatra Barat terdapat 10.900 pengungsi. 
  • Total rumah rusak mencapai 175.050 unit dengan rincian 54.412 rumah rusak berat, 76.553 rusak ringan, dan 45.085 rusak sedang. Jumlah rumah rusak di Aceh mencapai 144.865 unit dengan 44.361 rumah rusak berat. Sedangkan rumah rusak berat di Sumatra Utara 9.051 unit dan di Sumatra Barat 2.993 unit.
  • Di Provinsi Aceh, per 14 Januari 2026, penyakit ISPA (18.538 kasus) dan kulit (14.356 kasus) merupakan penyakit tertinggi yang dilaporkan.  Fokus perhatian diperlukan atas faktor risiko seperti paparan air kotor, sanitasi lingkungan yang buruk, serta kepadatan dan kelembapan di pengungsian.  Selain itu dilaporkan diare (2.945 kasus), Influenza-like Illness/ILI (1.893 kasus), suspek demam tifoid (318 kasus), suspek campak (34 kasus), suspek leptospirosis (1 kasus) dan suspek dengue (13 kasus).
1.190
Meninggal (BNPB)
141
Orang hilang (BNPB)
131.500
orang Pengungsi (BNPB
175.050
Rumah rusak  (BNPB)

Laporan Situasi

  • BNPB melaporkan per 14 Januari 2026, jumlah pengungsi telah berkurang menjadi 131.500 orang. Jumlah terbanyak di Aceh sebesar 107.000 orang dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Aceh Utara (54.800) disusul Pidie Jaya (13.900), dan Aceh Tengah (11.800).  Di Sumatra Utara sejumlah 13.600 orang mengungsi. Pengungsi terbanyak terdapat di Kabupaten Tapanuli Tengah (5.000), dan Langkat (4.200) dan Humbang Hasundutan (2.300). Di Sumatra Barat terdapat 10.900 pengungsi dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Agam (4.300), Kota Padang (1.600), dan Solok (1.400). Jumlah korban tewas telah mencapai 1.190 dan 141 orang hilang. https://gis.bnpb.go.id/bansorsumatera2025/ 
  • Total rumah rusak mencapai 175.050 unit dengan rincian 54.412 rumah rusak berat, 76.553 rusak ringan, dan 45.085 rusak sedang. Jumlah rumah rusak di Aceh mencapai 144.865 unit dengan 44.361 rumah rusak berat. Sedangkan rumah rusak berat di Sumatra Utara 9.051 unit dan di Sumatra Barat 2.993 unit.
  • Provincial Health Emergency Operational Centre (HEOC) Aceh melaporkan kenaikan jumlah kasus per 14 Januari 2026, penyakit ISPA (18.538 kasus) dan kulit (14.356 kasus) merupakan penyakit tertinggi yang dilaporkan, sehingga perlu fokus perhatian pada faktor risiko seperti paparan air kotor, sanitasi lingkungan yang buruk, serta kepadatan dan kelembapan di pengungsian.  Selain itu dilaporkan diare (2.945 kasus), Influenza-like Illness/ILI (1.893 kasus), dan suspek demam tifoid (318 kasus) yang menggambarkan kondisi penyakit saluran nafas akut non-spesifik serta penyakit yang berhubungan dengan air dan makanan pada periode pasca banjir. Dilaporkan juga kasus suspek campak (34 kasus), suspek leptospirosis (1 kasus) dan suspek dengue (13 kasus).  
  • Rapat koordinasi Klaster Pemulihan Provinsi Aceh pada 11 Januari mendiskusikan upaya kolaborasi multipihak termasuk lembaga usaha dalam menghadapi tantangan dampak bencana di bidang pertanian dengan memfokuskan upaya menghadapi gagal tanam sawah dan lahan pertanian dengan hilangnya 115 hektar tanah pertanian, 21 ribu hektar rusak berat, dan 26 ribu hektar rusak ringan; di bidang peternakan dengan kematian 23 ribu kerbau dan kambing, 117 ribu ayam, kerusakan 10 pasar hewan dan 6 rumah potong; di bidang ekonomi perikanan dan kelautan dengan 30.700 hektar daerah terdampak air payau, rusaknya balai benih dan pelabuhan; dan di bidang ekonomi masyarakat dengan terdampaknya 113 pasar di 18 kabupaten/kota dan 311 Industri Kecil dan Menengah (IKM). Bantuan nontunai melalui cash-for-work menjadi modalitas yang perlu dipertimbangkan oleh para pegiat kemanusiaan dan difokuskan pada pertanian dan perdagangan. 
  • BMKG memprediksi secara umum di bulan Januari 2026 wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori Sangat Tinggi 1.22%, Tinggi 21.43%, Menengah 76.69%, dan Rendah 0.65%. Wilayah yang diprediksi akan dominan mengalami hujan pada kategori tinggi (300-500 mm per bulan) adalah Aceh Barat, Aceh Timur dan Aceh Tamiang sedangkan sebagian besar wilayah lainnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat diprediksi akan dominan mengalami hujan pada kategori Menengah (100-300 mm per bulan).

Respons Pemerintah

  • BNPB bersama kementerian/Lembaga, pemerintah daerah dan tim relawan serta masyarakat masih terus melakukan upaya-upaya percepatan penanganan, pencarian orang hilang, pembersihan material sisa banjir, pembukaan akses jalan utama, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pemulihan infrastruktur vital, dan menuju transisi ke pemulihan. 
  • Seluruh rumah sakit Pemerintah dan 307 puskesmas sudah beroperasi di ketiga provinsi terdampak bencana.  Ada dua puskesmas yang belum beroperasi di dalam gedung di Aceh. Jumlah puskesmas yang rusak berat di Aceh ada 23 dan di Sumatra Utara ada dua unit. Di Provinsi Aceh sebanyak 5.390 relawan termasuk NGO dan Emergency Medical Team (EMT) Dinas Kesehatan Aceh berkolaborasi dalam memberikan layanan kesehatan. 
  • Total logistik yang ditangani Klaster Logistik Nasional di Bandara Halim dan telah didistribusikan sejak 29 November hingga 12 Januari 2026 telah mencapai 1.918,4 ton melalui pengiriman pesawat charter BNPB (56 sortie), pesawat Hercules (61 sortie), transportasi darat (53 truk) dan kapal laut (7 pelayaran). Buffer stock gudang di Bandara Halim tersisa 2.304 kg. 
  • Sebagai langkah mitigasi, Operasi Modifikasi Cuaca telah dilaksanakan secara intensif. Hingga 12 Januari 2026, telah dilakukan 433 sortie sebanyak 415.600 kg bahan semai di Aceh, 344 sortie di Sumatera Utara menebar 299.400 kg bahan semai, dan 373 sortie di Sumatera Barat sebanyak 370.325 kg bahan semai. Ratusan ribu kilogram bahan semai telah disebar untuk mengendalikan curah hujan di wilayah rawan bencana. 
  • Upaya pembukaan akses wilayah terus dilakukan melalui pemasangan jembatan darurat dan pembersihan material banjir serta longsor. Hingga saat ini, kebutuhan jembatan Bailey secara keseluruhan mencapai 270 unit, dengan rincian 20 unit telah terpasang, 10 unit dalam proses pemasangan, 5 unit belum terpasang, dan 235 unit masih belum tersedia. Sebanyak 117 unit jembatan Aramco telah dikirimkan khusus untuk Provinsi Aceh. Pembersihan dan normalisasi sungai juga dilakukan di beberapa wilayah, termasuk di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara, guna mengurangi potensi banjir susulan. Kegiatan pembersihan kawasan terus dilakukan terutama di akses-akses jalan, saluran air, fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainnya di wilayah Aceh Utara. 
  • Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) terus berjalan. Total rumah rusak berat di tiga provinsi tercatat 49.296 unit, dengan 27.575 unit huntara diusulkan dan 4.280 unit dalam proses pengerjaan. Penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) hingga 12 Januari 2026 telah mencapai 2.044 KK, dengan progres tertinggi berada di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Pemerintah terus mempercepat proses verifikasi dan penyaluran agar masyarakat dapat segera menempati hunian yang layak. 
  • Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengadakan Konsultasi Daerah Penyusunan Pedoman Strategis untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat pada tanggal 13 Januari 2026.

Respons Klaster Penanggulangan Bencana

  • Pos Pendamping Nasional (Pospenas) yang dipimpin BNPB di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat mengkoordinasikan dukungan Klaster Penanggulangan Bencana dan integrasinya dengan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) di wilayah terdampak. 
  • Koordinator Antar-Klaster Penanggulangan Bencana (sesuai dengan Surat keputusan Kepala BNPB Nomor 308 Tahun 2024 tentang Klaster Penanggulangan Bencana): Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB. Pendukung fasilitasi koordinasi unsur non pemerintah: MPBI melalui Platform Koordinasi Kemanusiaan Indonesia/Indonesia Humanitarian Coordination Platform (IHCP).
  • Secara keseluruhan, sesuai dengan laporan yang tercatat oleh IHCP mulai tanggal 6 Desember 2025 hingga 14 Januari 2026, anggota klaster,  sub-klaster, kelompok kerja, dan individu telah melayani 3.449.123 jiwa. Penghitungan sementara IHCP menunjukkan total nilai bantuan berbagai lembaga/organisasi sebesar Rp.64.640.776.714 dan rencana pemberian bantuan non-tunai sebesar Rp.42.250.240.000,– 

Laporan kegiatan harian klaster-subklaster IHCP mulai 6 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026 adalah sebagai berikut (laporan per hari dapat dilihat pada https://bit.ly/3MvIGnz):

Klaster Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue)

Koordinator: Basarnas

  • Basarnas melaporkan perkembangan pencarian dan pertolongan di tiga provinsi terdampak per 10 Januari 2026 telah mengevakuasi 25.998 jiwa, korban selamat 24.929 jiwa, korban meninggal 1.069 jiwa dan pencarian 160 jiwa.
  • Operasi SAR di Provinsi Aceh secara resmi dihentikan, dan dilanjutkan dengan tahap pemantauan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) setempat serta unsur SAR gabungan lainnya selama masa tanggap darurat hingga 22 Januari 2026, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Aceh. 
  • Basarnas secara nasional menyatakan menghentikan upaya pencarian aktif terhadap korban bencana hidrometeorologi. Namun demikian, tetap dilakukan: pemantauan situasi lapangan secara berkelanjutan, optimalisasi komunikasi dan koordinasi berkala, serta sinergi intensif dengan Kementerian/Lembaga terkait dan unsur pemerintah daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh yang masih terdapat warganya belum ditemukan.
  • Operasi SAR dapat diaktifkan kembali apabila terdapat perkembangan signifikan di lapangan dan berdasarkan pertimbangan teknis serta kondisi yang memungkinkan.
  • Tim Siaga BCC Operasi Bencana Sumatera dihentikan/ ditutup terhitung mulai tanggal 11 Januari 2026.

Klaster Logistik

Koordinator: BNPB

Tim Pendukung (fasilitasi koordinasi unsur nonpemerintah sejak pembentukan klaster/sub-klaster di tahun 2014): PMI didampingi WFP melalui program reguler.

  • Total logistik yang ditangani Klaster Logistik Nasional di Bandara Halim datelah didistribusikan sejak 29 November hingga 12 Januari 2026 telah mencapai 1.918,4 ton melalui pengiriman pesawat charter BNPB (56 sortie), pesawat Hercules (61 sortie), transportasi darat (53 truk) dan kapal laut (7 pelayaran). Buffer stock gudang di Bandara Halim tersisa 2.304 kg. https://www.pmi.or.id/dashboard/stock

Klaster Kesehatan

Koordinator: Kementerian Kesehatan

Tim Pendukung (fasilitasi koordinasi unsur non pemerintah sejak pembentukan klaster/sub-klaster di tahun 2014): Dompet Dhuafa, Obor Berkat Indonesia (OBI), di dampingi WHO, UNICEF (Sub-Klaster Gizi), UNFPA melalui program reguler di sektor kesehatan. Pencatatan kegiatan harian anggota Klaster Kesehatan yang mendukung operasi penanganan darurat sejak 8 Desember 2025 hingga 14 Januari 2026 menunjukkan terlayaninya 113.822 penerima manfaat dengan nilai Rp.2.329.058.000,-

  • Sub-klaster Layanan kesehatan: Dinas Kesehatan Provinsi Aceh telah melayani 28.339 jiwa dengan dengan 5.390 relawan dari 12 kabupaten/kota dan jumlah kunjungan untuk penyakit potensi KLB untuk 103.764 orang. 17 pegiat layanan kesehatan lainnya adalah JIP-ACS-IAC, BSI Maslahat-BSMI DI Jakarta-BSMI Sumatra Utara-BSMI Jawa Barat, FOZ, Harmoni Nusa, Laznas Nurul Hayat, LKC Dompet Dhuafa, Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Nurul Hayat, Obor Berkat Indonesia (OBI), Palang Merah Indonesia (PMI), Peduli Muslim,  Perifer Relawan Medis, PPTI-Griya Sehat Madasakti-Laskar Hijau, Pusrehabkeshan Kemhan, Yayasan Save the Children Indonesia, dan Yayasan Sehat Hebat Data Aceh Indonesia (SEHAI) dengan jumlah penerima manfaat: 73.070 jiwa dengan nilai Rp.862.950.000,- 
  • Sub-klaster Kesehatan Reproduksi: Kementerian Kesehatan, BKKBN (Fasilitator PPAM Kespro Nasional), Dinas Kesehatan, dan 37 organisasi/lembaga nonpemerintah yaitu  ALF, Lintas Komunitas Motor, AnalLeuserFondation, Komunitas Motor (Perduatakan duniawi, Duastrok, Komunita Trill Agara, Pemuda Ketambe), AIPTKMI-IAKMI-FKM USU-Institute Kesehatan Sumatra Utara-Universitas Sari Mutiara, DoctorSHARE, IBI-AIPTKMI-IAKMI-UNFPA melalui program regulernya-Kemenkes-PKBI, ACS, IAC,  IDAI Aceh dengan Alumni FKUI, JIP,  Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M), MDMC, LKC Dompet Dhuafa, Obor Berkat Indonesia (OBI), PKBI Daerah Sumatra Utara, PMI, UNMUHA-IBI Aceh-SEHAI-UNICEF melalui program regulernya-YAHIJAU-IDAI Aceh, YADUA Aceh, Yayasan Dokter Peduli/doctorSHARE. Jumlah penerima manfaat 6.242 jiwa dengan nilai Rp.973.260.000,-
  • Sub-klaster Kesehatan Lingkungan: Save the Children berkolaborasi dengan Yayasan Geutanyo dan Wahana Visi Indonesia (WVI). Jumlah penerima manfaat 3.868 jiwa dengan nilai Rp.120.218.000,-
  • Sub-klaster Gizi:  LKC Dompet Dhuafa, Wahana Visi Indonesia, Save the Children, UNICEF melalui program regulernya. Jumlah penerima manfaat 8.564 jiwa (termasuk 133 balita) dengan nilai Rp.8.980.000,-
  • Subklaster Promosi Kesehatan: empat organisasi yaitu Forum Zakat (FOZ), LKC Dompet Dhuafa, MDMC,  Pusat Kajian dan Perlindungan Anak untuk 22.078 penerima manfaat dengan nilai Rp.363.650.000,-

Donasi logistik kesehatan juga didapat dari Dinas Kesehatan provinsi di luar Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, serta dari berbagai organisasi dan perusahaan seperti Starlink, MSF, PT AMS, Biofarma, Kalbe farma, Itama Ranoraya, PT Medtek, PT AstraZeneca Indonesia, PT BES, PT Perdana Niaga Perkasa, PT Intergastra Nusantara, PT Sekar Putri Mekar Wangi, PT Tirta Teknosys, PT Herlina Indah, PT Merck Tbk., PT Danone Indonesia, PT Molex Ayus, PT Cendo, PT Dexa Medica, PT Novell Pharmaceutical, PT Tempo, PT Interbat, PT Kalbe Farma, PT Esora Medika, PT UBC Medical, PT Diastika Biotekindo, PT Meiji, Wings Group, PT PZ Cussons Indonesia, PT Anugrah Argon Medica, PT Enseval Medika Prima, PT Sinaraya Nugraha, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Meditech Indonesia, PT Servier Indonesia, PT Imedco Djaja, PT B Braun, PT Endo Indonesia, PT Kalventis, PT Kusuma Sukses Makmur, PT Mindray Indonesia, PT Citra Vita Buana, PT Intisumber Hasil Sempurna, PT Oriontama, PT Transfarma Medica Indah, PT Surgika Alkesindo, PT Aneka Medica Indonesia, PT Cahaya Hati Cemerlang, Rabu Biru Foundation. 

Klaster Pendidikan

Koordinator: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen)

Tim Pendukung  (fasilitasi koordinasi unsur nonpemerintah sejak pembentukan klaster/sub-klaster di tahun 2014): Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB), Pos Pendikan BPMB di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat didampingi UNICEF melalui program reguler di sektor pendidikan. Pencatatan kegiatan harian anggota Klaster Pendidikan yang mendukung operasi penanganan darurat sejak 8 Desember 2025 hingga 14 Januari 2026 menunjukkan telah tersalur bantuan pendidikan untuk 41.682 jiwa dengan nilai bantuan Rp.1.621.007.811,- oleh 35 organisasi/lembaga yaitu Anak Ceria Foundation, BPMP Aceh, Caritas Indonesia, Caritas Sibolga, Dompet Dhuafa, Geutanyo Aceh, Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Sumbar, KGBN Langkat, KGBN Sumut, Kementerian Komdigi, LPA Deli Serdang, MDMC, MORE EDU, Natasha Rizki x Kitabisa.com, Plan Indonesia, PREDIKT, Relawan Gesit Salam Setara, Respon Darurat Pendidikan (GREAT Edunesia), Rumah Relawan Remaja, Rumah Zakat, Safari Subuh Masjid Agung Sigli, Save the Children Indonesia, Sekolah Relawan, Semua Murid Semua Guru, Sigap Kerlip Indonesia, Sigap Kerlip Sumbar, SMPN 2 Padang Panjang, Universitas Syiah Kuala, USK – PKM Sahabat, USU, Wahana Visi Indonesia, Yayasan Sabena Karya Inovasi, YDSF, YKU Indonesia, YSKI.

Klaster Pengungsian dan Perlindungan

Koordinator: Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk Sub-klaster Perlindungan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Pemberdayaan Perempuan (PPKBGPP).

Tim Pendukung (fasilitasi koordinasi unsur nonpemerintah sejak pembentukan klaster/sub-klaster di tahun 2014):

Sub-Klaster Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL): Mercy Corps Indonesia (Aceh), Yayasan PKPA di Sumatra Utara, dan relawan IHCP di Sumatra Barat didampingi UNICEF melalui program reguler di sektor perlindungan.

Sub-klaster Shelter/Hunian: PMI didampingi IFRC melalui program reguler.

Sub-klaster Koordinasi dan Manajemen Tempat Pengungsian: IOM melalui program reguler

Sub-klaster Perlindungan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Pemberdayaan Perempuan (PPKBGPP): Obor Berkat Indonesia (OBI), UNFPA melalui program reguler dengan KemenPPA.

Sub-klaster Perlindungan Anak: UNICEF melalui program reguler 

Sub-klaster Perlindungan Lansia dan Kelompok Berisiko Lebih: Yakkum Emergency Unit, CBM Global Disability Inclusion, dan ASB. 

Sub-klaster Dukungan Psikososial: MPBI; di Aceh: Sigma Initiative Indonesia; di Sumatra Utara: WVI; di Sumatra Barat: MDMC

Kelompok Kerja Bantuan Nontunai (BaNTu):  WVI

Anggota Klaster Pengungsian dan Perlindungan yang mencatatkan kegiatan dukungan operasi penanganan darurat harian sejak 8 Desember hingga 14 Januari 2026 telah melayani 2.545.019 jiwa dengan nilai Rp.9.982.872.050,- serta rencana bantuan nontunai untuk 20.007 jiwa dengan nilai Rp.42.250.240.000,-

  • Sub-Klaster Air Minum dan Penyehatan Lingkungan: tercatat 36 organisasi/lembaga yaitu ASB, APAD Indonesia, Brigade Masjid, CDRM&CDS UHN, Children Youth Disability for Changes (CYDC) Aceh, Unit LIDI BPBD Jawa Tengah, DMC Ikatek UNHAS, KAGAMA CARE, CARE, DMC IKATED UNHAS, Dompet Dhuafa,  Forum Zakat (FOZ), Harmoni Nusa, Human Initiative, IKA USU Wilayah Sumbar, Institut Teknologi Bandung,  Islamic Relief Indonesia, IZI, Jemari Sakato, Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M), Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Nurul Hayat, Palang Merah Indonesia, Relawan Difabel Lokal ASB, Relawan Lokal Pidie Jaya-ASB SSEA, Rumah Zakat, Save the Children Indonesia, UNICEF melalui program regulernya. Water Mission, Yayasan Cita Wadah Swadaya, Yakkum Emergency Unit (YEU), YKU Indonesia, Yayasan CARE Peduli/CARE Indonesia, Yayasan Geutanyo, Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI), dan Yayasan Plan International Indonesia.  Jumlah penerima manfaat: 2.472.554 jiwa dengan nilai bantuan Rp.5.781.644.500,-
  • Sub-klaster Shelter/Hunian: 10 organisasi/lembaga yaitu Caritas Indonesia, Forum Zakat (FOZ), Human Initiative, PMI, Rumah Zakat, Islamic Relief Indonesia, MDMC, Nurul Hayat, Obor Berkat Indonesia/OBI, Sahabat Aksi Respon Humanitarian, Yayasan KKSP Medan. Jumlah penerima manfaat: 13.787 jiwa dengan nilai bantuan Rp.747.250.000,-   Selain itu bantuan kemanusiaan, Sub-klaster Shelter memberikan dukungan teknis atas terbitnya Keputusan Gubernur Aceh Nomor 300.2/17/2026 tentang Pedoman Peran Serta Lembaga Non Pemerintah Untuk Mendukung Penyediaan Hunian Bagi Penduduk Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Aceh (SK dapat diakses pada https://drive.google.com/file/d/1oeZNoGR7NpCKCfmQTwY_I8mbG2hEbaYK/view?usp=sharing).
  • Sub-klaster Perlindungan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Pemberdayaan Perempuan (PPKBGPP): 10 organisasi/lembaga yaitu KemenPPA berkolaborasi dengan UNFPA melalui program regulernya, LBH Apik Medan, Obor Berkat Indonesia (OBI) berkoordinasi dengan PKBI dan Dinkes Sibolga, PKBI Daerah Aceh, UN Women, Yayasan CARE Peduli (CARE Indonesia), Yayasan Perempuan dan Anak Negeri. Jumlah penerima manfaat: 2.485 jiwa dengan nilai bantuan Rp.652.672.050,-
  • Sub-klaster Perlindungan Lansia dan Kelompok Berisiko Lebih: 7 organisasi/lembaga yaitu CBM, Fidakama, HWDI Langkat, Kagama Care, MPBI, PMI, Yakkum Emergency Unit. Jumlah penerima manfaat untuk 12.108 jiwa dengan nilai Rp.179.700.000,-
  • Sub-klaster Dukungan Psikososial: 33 organisasi/lembaga yaitu Dinas Sosial Aceh, Forum Zakat (FOZ), Gus Mus Raksa Jasad, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Sumatra Barat, Hizbul Wathan Muhammadiyah Sumut, IBU Foundation, Indonesia Hypnosis Centre (IHC), Kampung Dongeng Subulussalam, Kesehatan Mental Indonesia, Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Lhokseumawe, Lentera Habibi, LKC Dompet Dhuava, Muhammadiyah Disaster Management Centre/MDMC, Nurul Hayat, Obor Berkat Indonesia (OBI), Ormawa Universitas Abulyatama, Palang Merah Indonesia (PMI),  Perkumpulan Pelatih Kesehatan Profesional (PPKP), Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Indonesia, Pusrehabkeshan Kemhan, Relawan Gesit-Salam Setara, Relawan Nusantara, Rumah Zakat, SD Qur’an Ibnu Abbas, SIGMA Initiative Indonesia, Sinergi Puspita, Sumatra Wild Adventure, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, Tim Psikososial UMP, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Muhammadiyah Malang & Universitas Brawijaya, Wahana Visi Indonesia, Wakaf Salman, Yayasan Andaru Selaras, Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI), Yayasan Plan International Indonesia.  Jumlah penerima manfaat: 39.002 jiwa dengan nilai Rp.1.952.405.500,-
  • Sub-klaster Perlindungan Anak: enam organisasi/lembaga yaitu Forum Zakat (FOZ), PKBI Daerah Sumatra Barat/PKBI Cabang Agam, Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI), Yayasan Kesejahteraan Anak Pesisir Indonesia, Save the Children Indonesia (SCIDN), UNICEF melalui program reguler. Jumlah penerima manfaat: 3.475 jiwa dengan nilai Rp.82.200.000,-
  • Sub-klaster Koordinasi dan Manajemen Tempat Pengungsian: empat organisasi/lembaga yaitu Dompet Dhuafa, Caritas Indonesia (Karina KWI), Forum Zakat (FOZ), Nurul Hayat, dengan penerima manfaat: 1.608 jiwa dengan nilai Rp.587.000.000,-
  • Kelompok Kerja Bantuan Nontunai (BaNTu): Kementerian Sosial dan 21 lembaga/organisasi yaitu Kementerian Sosial, ADRA Indonesia, Adventiest Community Services (ACS), Cendekia Muda Cemerlang (CMC), Bina Trubus Swadaya, CBM Global Disability Inclusion, CRS Indonesia, Fondasi Hidup (FH) Indonesia, Human Initiative, Islamic Relief Indonesia, WVI,  Jemari Sakato, KKSP, Mercy Corps, Nurani Perempuan WCC, PMI, Rumah Zakat, Save the Children Indonesia UNFPA, Yakkum Emergency Unit, Yayasan Geutanyo, Yayasan Plan International Indonesia, UNICEF melalui program reguler perlindungan sosial. Rencana Kemenses untuk 1.071 penerima manfaat bernilai Rp.16.065.000.000 dan dari 21 lembaga/organisasi nonpemerintah untuk 18.936 orang dengan total nilai bantuan Rp.26.185.240.000. Dengan demikian total rencana bantuan nontunai berjumlah 20.007 penerima manfaat dengan total nilai Rp.42.250.240.000,-

Kegiatan lain dalam lingkup pengungsian dan perlindungan yang tercatat hingga 14 Januari 2026 adalah :

Distribusi bantuan (logistik kemanusiaan) dan dapur umum tercatat 19 organisasi: Anjungan Perdamaian dan Persaudaraan (AMPERA), ASPERINDO,  Forum Zakat (FOZ), PMI, CDRM & CDS-UHN, Global Ehsan Relief Indonesia (GERID), Harmoni Nusa, Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI), Islamic Relief Indonesia, LKC Dompet Dhuafa, MDMC, Nurul Ashri, Nurul Hayat, Peduli Muslim, Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA), Rumah Zakat, Yayasan Andaru Selaras, Yayasan Pusaka Indonesia, Yayasan Save the Children Indonesia, Yayasan GNOTA. Jumlah penerima manfaat: 722.602 jiwa dengan nilai Rp.50.707.838.853,-

Selain upaya IHCP untuk mencatat kegiatan harian organisasi melalui pendataan harian per klaster/sub-klaster/pokja, didapatkan informasi sebagai berikut:

  • PMI (melalui tautan https://senyar25.pmi.or.id) per 15 Januari telah melayani 2.053.000 jiwa. 
  • FOZ melayani 796.081 jiwa dengan nilai bantuan Rp.38.710.439.538,-
  • HFI melaporkan per 6 Januari 2026 bahwa anggota HFI yaitu DT Peduli, BAZNAS, MDMC, Rumah Zakat, Human Intiative, Dompet Dhuafa, LPBI UN, PrB PGI, AMCF, YKMI, Rebana Indonesia, ADRA, Caritas Indonesia, YCWS, YEU, WVI, HfHI, Word Harvest, Nurul Hayat secara keseluruhan telah melayani 553.163 jiwa, dengan nilai bantuan sebesar Rp.85.100.000.000,- melalui mobilisasi 2.090 personelnya. 
  • Save the Children per 8 Januari 2026 telah melayani 65.047 jiwa termasuk 33.084 anak-anak. 
  • Obor Berkat Indonesia/OBI per 29 Desember 2025 melayani 28.565 jiwa. 

Pemetaan Pegiat Respons Banjir dan Longsor Sumatra (Who is doing what and where/3W)

    IHCP melakukan pendataan pegiat respons bencana di Sumatra dan hasil pemetaan organisasi yang diterbitkan secara berkala. Berdasarkan data yang ada sampai dengan 9 Januari 2026, terdapat lebih dari 80 organisasi yang telah melakukan pendataan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat IHCP untuk melaporkan intervensi di klaster pendidikan, pemulihan, kesehatan, perlindungan dan pengungsian, logistik di ketiga provinsi terdampak. Lima kab/ kota yang dengan intervensi lembaga kemanusiaan terbesar adalah Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, Agam, Pidie, dan Pidie Jaya. Bagi lembaga kemanusiaan yang belum mengisi atau ingin memutakhirkan data, silahkan mengisi form berikut: https://bit.ly/Form3WResponsSumatera. Sementara itu pengumpulan data kegiatan harian per klaster/sub-klaster/pokja dikelola oleh Sekretariat untuk memastikan pelaporan yang lengkap yang akan dikompilasi dan disampaikan kepada kementerian/lembaga terkait. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai pengumpulan data kegiatan harian, silakan mengontak Sekretariat IHCP pada nomor telpon dan alamat email yang tertera di halaman terakhir laporan ini.

    Pemetaan wilayah terdampak, daerah terisolir, titik pengungsian dan hal terkait lainnya

    Secara reguler, IHCP memfasilitasi diskusi online para pegiat pemetaan dari berbagai organisasi/lembaga. Jadwal dan tautan Zoom untuk diskusi tersebut dapat dilihat pada https://bit.ly/Jadwal_rapat_koordinasi

    Hingga saat ini berikut daftar lembaga/organisasi yang teridenfitikasi IHCP telah mengembangkan dashboard:

    1. Inarisk dan GIS BNPB: https://gis.bnpb.go.id/BANSORSUMATERA2025/

    2. ⁠⁠Tilikan: https://banjirsumatra.tilikan.id/map

    3. ⁠Fly for Humanity: https://flyforhumanity.geodashboard.io

    4. Acehstudies: http://banjiraceh.acehstudies.org/

    5. DayaWarga: http://dayawarga.com/

    6. Universitas Gajah Mada

    Joint Market Assessment (JMA)

    • Kelompok Kerja Bantuan Non-tunai (Pokja BaNTu) telah melakukan JMA Bencana Banjir dan Longsor Sumatra di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada tanggal 23-31 Desember 2025. JMA dilakukan untuk menilai fungsi pasar, ketersediaan dan keterjangkauan barang, stabilitas harga, serta kapasitas pedagang pasca bencana, sehingga menjadi dasar pengambilan keputusan yang berbasis bukti dalam menentukan kelayakan dan desain intervensi berbasis pasar dan Bantuan Non-tunai (BaNTu).
    • Sebagai tindak lanjut, Pokja BaNTu bersama para pemangku kepentingan melakukan proses koordinasi dan advokasi penerbitan Surat Keputusan (SK) Gubernur di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk kesepakatan nilai transfer BaNTu Multi Guna (BaNTu Guna/MPCA) dan BaNTu Padat Karya (BaNTu Daya/Cash for Work–CfW). 
    • JMA merekomendasikan nilai transfer MPCA sebesar Rp1.000.000 per bulan per KK, diberikan maksimal selama dua bulan, di luar biaya administrasi perbankan/kantor pos dan transportasi. Sementara itu, nilai upah BaNTu Daya/CfW direkomendasikan sebesar Rp120.000 per hari. Rekomendasi nilai transfer ini berlaku secara seragam untuk ketiga provinsi terdampak: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rangkuman hasil dan rekomendasi JMA dapat diakses melalui dokumen Pokja BaNTu: https://bit.ly/3ZdzirD
    • Di Provinsi Aceh, hasil JMA telah disampaikan dan digunakan sebagai dasar penyusunan Panduan CfW dan MPCA, serta memperoleh dukungan dari Sekretaris Daerah Aceh. Draf SK Gubernur Aceh telah difinalisasi di Biro Hukum dan saat ini menunggu penandatanganan Gubernur. Kesepakatan terkait dasar perhitungan nilai CfW dan MPCA telah dicapai, sementara panduan BaNTu sektoral direkomendasikan untuk menunggu hasil JITUPASNA dan R3P, atau dilengkapi dengan kajian tambahan, guna memastikan keselarasan intervensi organisasi masyarakat sipil dengan perencanaan pemerintah.
    • Di Provinsi Sumatera Barat, advokasi penerbitan SK Gubernur dilanjutkan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi, dengan pertemuan lanjutan dijadwalkan pada awal pekan. Seluruh proses advokasi di Aceh dan Sumatera Barat didukung secara aktif oleh Koordinator IHCP di masing-masing wilayah.
    • Di Provinsi Sumatera Utara, tim advokasi Pokja BaNTu dijadwalkan melakukan koordinasi lanjutan dengan Koordinator IHCP wilayah untuk menindaklanjuti advokasi kesepakatan nilai transfer MPCA dan CfW dalam kerangka SK Gubernur Sumatera Utara.
    • Dalam hal inklusivitas bantuan, khususnya untuk kelompok rentan keluarga dengan penyandang disabilitas, disepakati adanya top-up sebesar 20% (Rp200.000) dari nilai MPCA. Kebijakan ini didasarkan pada pembelajaran lapangan yang menunjukkan bahwa kebutuhan rumah tangga dengan penyandang disabilitas berada pada kisaran 8–30% lebih tinggi dibandingkan rumah tangga lainnya. Penetapan penerima manfaat dilakukan secara inklusif melalui koordinasi dengan organisasi penyandang disabilitas dan/atau menggunakan Washington Group Questions (WGQ) sebagai alat identifikasi.

    Koordinasi

    Kebutuhan mendesak

    • Penyediaan air bersih termasuk air minum karena gangguan layanan PDAM di seluruh wilayah terdampak. 
    • Permakanan untuk anak-anak, tenda sekolah darurat dan perlengkapan belajar (school kit), pembersihan sekolah pasca bencana serta dukungan psikososial bagi peserta didik dan pendidik.  
    • Untuk kebutuhan pengungsi diperlukan bantuan(yang sensitif pada kebutuhan khusus yaitu permakanan (termasuk makanan bayi), selimut, kasur, family kits, hygiene kits, obat-obatan (obat dasar, malaria prophylaxis, dan vaksin tetanus), layanan kesehatan darurat, perlengkapan balita, perlengkapan ibadah, tenda pengungsi, terpal alas tenda/matras/tikar, lampu/lentera, kit kebersihan diri dan kebutuhan khusus perempuan dan remaja putri, alat dan obat kontrasepsi.

    Daftar Kontak dan Tautan informasi

    Catatan Tambahan

    Untuk informasi lebih lanjut, hubungi sekretariat IHCP:

    1. Ignacio Romero, Lab Lokalisasi Indonesia, romero@pujionocentre.org, Telp: +62 878 6164 8312
    2. Disya Marianty, Lab Lokalisasi Indonesia, disya@pujionocentre.org, Telp: +62 857 0694 2247
    3. Dimas Perdana, Yayasan Lokadaya, dimas.perdana@lokadaya.id, Telp: +62 812 2674 3399

    Penjelasan tentang IHCP dapat diakses pada https://bit.ly/Panduan-IHCP-Kolaborasi-Multipihak 

    Formulir pendaftaran menjadi anggota IHCP: http://bit.ly/Formulir-Anggota-IHCP

    Laporan situasi #9 versi pdf Bahasa Indonesia bisa diunduh disini, dan versi pdf Bahasa Inggris bisa diunduh disini.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Index