LAPORAN SITUASI RESPONS BENCANA SUMATRA #4
12 Desember 2025
Sorotan
- Per 11 Desember BNPB melaporkan jumlah pengungsi telah berkurang menjadi 884.889 orang. Jumlah terbanyak di Aceh sebesar 816.742 orang, di Sumatra Utara 53.523 orang, dan di Sumatra Barat 13.624.
- Jumlah korban tewas telah mencapai 990 dan 222 orang hilang di 52 kabupaten/kota terdampak di tiga provinsi tersebut.
- Di sektor kesehatan, Kementerian Kesehatan melaporkan fasilitas kesehatan yang belum beroperasi per 12 Desember di Aceh adalah tiga rumah sakit swasta dan 38 puskemas; di Sumatra Utara 1 RSUD dan tiga tiga puskesmas. Sedangkan di Sumatra Barat seluruh fasilitas kesehatan telah berfungsi. Penyakit yang banyak diderita pengungsi di Aceh adalah ISPA (5.286 orang) dan penyakit kulit (4.583). Di Sumatra Utara penyakit kulit (7.666 orang) dan ISPA (6.492 orang). Di Sumatra Barat ISPA (1.071 orang) dan hipertensi (442 orang).
- Di sektor pendidikan dilaporkan per 12 Desember bencana di tiga provinsi tersebut berdampak pada 3.097 satuan pendidikan, 270.421 peserta didik, dan 25.331 guru
| 990 Meninggal (BNPB) | 222 Orang hilang (BNPB) | 884.889 orang Pengungsi (BNPB | 158.000 Rumah rusak (BNPB) |
Laporan Situasi
- BNPB dalam laporan per 11 Desember mencatat jumlah pengungsi telah berkurang menjadi 884.889 orang. Jumlah orang meninggal 990 orang dan 222 hilang. Di Aceh jumlah pengungsi berkurang menjadi 817.742 orang tersebar di 2.186 titik pengungsian dengan jumlah pengungsi terbanyak di Kab. Aceh Tamiang sebanyak 252.623. Di Sumatra Utara pengungsi bertambah menjadi 53.523 orang dan di Sumatra Barat berkurang menjadi 13.624 orang dengan jumlah pengungsi terbanyak di Kab. Agam sebanyak 5.277 orang di 41 titik pengungsian.
- BNPB mencatat kerusakan rumah di tiga provinsi terdampak telah mencapai 158.000 unit. Kerusakan terjadi pada1.200 fasilitas umum, 219 fasilitas kesehatan, 581 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung dan kantor, dan 498 jembatan.
- Jalur transportasi yang masih terputus adalah jalur yang menghubungkan Pidie Jaya dengan Bireuen, Bireun dengan Aceh Utara, Bireuen dengan Bener Meriah, Pidie dengan Aceh Tengah, Aceh Tengah denga Nagan Raya, dan Gayo Lues dengan Aceh Tenggara. Upaya perabaikan terus dilakukan dengan target penyelesaian antara 12 hingga 30 Desember.
- Untuk jaringan komunikasi, berdasarkan laporan per 11 Desember baru tiga kabupaten/kota yang melaporkan kondisi jaringan komunikasi kembali normal, yaitu Langsa, Subulussalam, Aceh Tenggara. Saat ini terdapat 2.287 dari 3.414 BTS (66.99%) di 22 kabupaten/kota yang masih terdampak dan 2.040 unit mengalami power failure serta 247 unit mengalami kendala transmission. Di Sumatra Utara, 123 unit BTS telah pulih dari hari sebelumnya sebanyak 320 unit BTS. Saat ini terdapat 320 BTS dari 9.612 BTS (3.33%) di 25 kabupaten kota yang masih terdampak dan dalam proses perbaikan dengan rincian berupa: 290 unit BTS mengalami power failure dan 30 unit BTS mengalami kendala transmission.
- Di sektor kesehatan, Kementerian Kesehatan melaporkan fasilitas kesehatan yang belum beroperasi per 12 Desember di Aceh adalah tiga rumah sakit swasta dan 38 puskemas dan di Sumatra Utara 1 RSUD dan tiga tiga puskesmas. Sedangkan di Sumatra Barat seluruh fasilitas kesehatan telah berfungsi. Penyakit yang banyak diderita pengungsi di Aceh adalah ISPA (5.286 orang) dan penyakit kulit (4.583). Di Sumatra Utara penyakit kulit (7.666 orang) dan ISPA (6.492 orang). Di Sumatra Barat ISPA (1.071 orang) dan hipertensi (442 orang).
- Layanan penyediaan air bersih di sebagian besar wilayah Aceh masih belum pulih sepenuhnya. Sebanyak 14 dari 18 Kabupaten/Kota masih mengalami gangguan layanan PDAM, mulai dari suplai yang terbatas, jaringan rusak total, hingga distribusi yang hanya mengandalkan sumber alternatif. Hanya 4 wilayah yang dilaporkan aman/pulih tanpa kendala berarti yaitu Kab. Subulussalam, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, dan Aceh Besar.
- Untuk BBM, dilaporkan secara umum pasokan BBM di Aceh mulai pulih di beberapa wilayah namun masih belum stabil secara merata. Beberapa kabupaten sudah aman, sementara banyak daerah masih mengalami kelangkaan, antrean panjang, dan pembatasan distribusi. Wilayah dengan akses jalan terputus seperti Bener Meriah menjadi yang paling terdampak karena pasokan sangat terbatas. Distribusi keseluruhan menunjukkan perbaikan, tetapi kondisi belum benar-benar normal. Di Sumatra Utara, pasokan BBM di Tapanuli tengah dan Kota Sibolga berjalan normal. Di Tapanuli Selatan pasokan BBM belum efektif terkirim di empat lokasi pom bensin, Di Humbang Hasundutan terjadi panic buying dari masyarakat serta tersendatnya distribusi bensin eceran. Di Mandailing Natal, Dinas Perdagangan Kab. Madina dan Polres Madina mengawal rencana distribusi BBM pada 11 Desember.
- Rata-rata jaringan kelistrikan di Kab/Kota di Sumatra Utara sudah pulih sekitar 97%. Di beberapa kabupaten/kota jaringan belum pulih 100% diantaranya Tapanuli Tengah (97,2%), Tapanuli Utara (98,5%), Tapanuli Selatan (97,6%) dan Kota Sibolga (99,1%).
- Di sektor pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan menengah melaporkan 12 Desember bencana di tiga provinsi tersebut berdampak pada 3.097 satuan pendidikan, 270.421 peserta didik, dan 25.331 guru.
Respons Pemerintah
- Bantuan kemanusiaan berupa bahan pangan, air, sanitasi, dan obat-obatan, sarana pendukung dan shelter, peralatan dukungan operasional dan mobilitas serta sandang dan perlengkapan para pengungsi yang masuk ke Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh per 11 Desember telah mencapai 498.7 ton; 351.4 ton telah dikirimkan dan masih terdapat 147.3 ton untuk didistribusikan. Distribusi dilakukan melalui udara sebanyak kurang lebih 65 ton dan melalui darat sekitar 121.65 ton.
- Di Sumatra Utara, pada 11 Desember per pukul 14.00 WIB bantuan kemanusiaan telah didistribusikan melalui 10 sorti udara dengan total berat 3,814 ton.
- Di Sumatra Utara, pada 10 Desember didistribusikan 10 ton bantuan logistik dan masih terdapat buffer stock sejumlah 99.4 ton di Bandara International Minangkabau, Pangkalan TNI AU Sutan Sjahrir, Gudang BPBD, dan Gudang UPT Pusdalops BNPB Regional Sumatra.
- Di Aceh pemasangan jembatan Bailey terus dilakukan untuk memulihkan akses, dengan progres per 11 Desember 2025: Jembatan Sikabau (Pasaman Barat): 69%; Jembatan Bawah Kubang (Solok): 64%; Jembatan Supayang (Solok): 50%; Jembatan Padang Mantuang (Padang Pariaman): 18%.
- Dalam jangka pendek pemerintah daerah berupaya untuk membangun titik pengungsian terpusat di setiap kecamatan terdampak yang dilengkapi dengan dapur umum, pelayanan kesehatan, sekolah darurat, MCK, dan layanan psikososial untuk mengurangi ketersebaran pengungsi di wilayah terdampak. Berdasarkan data per 5 Desember di Aceh terdapat 10 kabupaten/kota yang melaporkan pendirian dapur umum dengan jumlah dapur umum sebanyak 59 berkapasitas penyediaan makanan bagi 143.456 Jiwa. Pembangunan dapur umum terus dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan seluruh pengungsi
- Secara paralel, pemerintah daerah telah mulai merencanakan pembangunan hunian sementara (huntara) dengan durasi pembangunan antara 2 sampai 4 bulan. Pemerintah daerah juga berkonsultansi dengan Badan Geologi dan BMKG. Untuk pembangunan huntara, di Aceh baru ada dua kabupaten yang melaporkan rencana pembangunan huntara yaitu Aceh Tengah dan Pidie. Sementara kabupaten/kota lain masih melakukan kajian terkait ketersediaan lahan dan titik lokasi berkonsultasi dengan Badan Geologi dan BMKG untuk memastikan daerah yang akan ditempati aman dari jenis bencana serupa.
- Di Sumatera pemerintah Kab. Humbang Hasundutan sudah menyampaikan usulan untuk pembangunan 67 unit huntara dan dalam proses memastikan status lahan yang digunakan. Di Sumatra Barat, lima kabupaten/kota telah menyampaikan rencananya: Pesisir Selatan (38 unit), Lima Puluh Kota (288 unit), Tanah Datar (131 unit), Padang Pariaman (72 unit), Kota Padang (88 unit). Pesisir Selatan dan Lima Puluh Kota telah melengkapi daftar penerima manfaat by name by address dengan SK Bupati dalam proses.
- Sementara fase tanggap darurat masih diberlakukan di wilayah terdampak bencana dan upaya penanganan darurat bencana masih berjalan, pemerintah daerah sudah harus memulai memikirkan rencana jangka menengah khususnya pemusatan titik pengungsian terpadu dan pembangunan huntara. Secara paralel dengan dimulainya pembangunan huntara, maka pemerintah akan mulai mendisain fasilitas umum dan fasilitas sosial yang akan menjadi fungsi-fungsi pendukung di lokasi-lokasi di mana akan dibangun hunian tetap untuk masyarakat terdampak yang kehilangan tempat tinggalnya. Pemerintah daerah di tiga provinsi terdampak telah memperpanjang status tanggap daruratnya dengan tetap berfokus pada penanganan darurat bencana dan mulai membangun titik pengungsian terpadu yang lebih layak serta ramah kelompok rentan sambil merencanakan hunian sementara. Pemerintah Aceh telah memperpanjang status tanggap darurat hingga 25 Desember, Sumatra Utara hingga 24 Desember, dan Sumatra Barat hingga 22 Desember.
- BNPB melanjutkan koordinasi respons bencana dengan BASARNAS, dan berbagai kementerian/lembaga terkait termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, TNI, POLRI, OPD serta relawan di wilayah terdampak bencana.
Respons Klaster Penanggulangan Bencana
- Pos Pendamping Nasional (Pospenas) yang dipimpin BNPB di Provinsi Aceh, Sumtra Utara, Sumatra Barat mengkoordinasikan dukungan Klaster Penanggulangan Bencana dan integrasinya dengna Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) di wilayah terdampak.
- Koordinator Antar-Klaster Penanggulangan Bencana: Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB. Tim Pendukung untuk fasilitasi koordinasi unsur nonpemerintah: MPBI dan UN OCHA dari Indonesia Humanitarian Coordination Platform (IHCP).
Laporan kegiatan harian klaster-subklaster IHCP dari 10 hingga 12 Desember 2025 adalah sebagai berikut (penjelasan lengkap dapat dilihat pada https://bit.ly/3MvIGnz):
Klaster Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue)
Koordinator: Basarnas
- Perkembangan pencarian dan pertolongan di Sumatra Utara per 12 Desember dilaporkan sejumlah 2.590 jiwa dievakuasi dan penemuan 321 korban meninggal dengan kekuatan SAR gabungan sebesar 6.400 orang. Di Sumatra Barat sejumlah 16.206 jiwa dievaluasi dan penemuan 241 korban meninggal dengan kekuatan SAR gabungan 1.774 orang. Di Aceh sejumlah 6.051 jiwa jiwa dievakuasi dan penemuan 409 korban meninggal dan kekuatan SAR gabungan 2.496 orang.
- Rekapitulasi jumlah korban terevakuasi per 11 Desember telah mencapai 28.847 jiwa, korban selamat 23.876 jiwa, korban meninggal 971 jiwa dan pencarian 217 jiwa.
- Sarana dan prasarana SAR Basarnas adalah tiga pesawat helicopter (Dauphin HR-3604, Douphin HR-3606, Bolcow HR-1521) dan empat kapal (KN SAR Purworejo, KN Rama Wijaya, KN Nakula, KN Ganesha).
- Sarana SAR lainnya yang digunakan adalah alat berat, mobil rescue car, rescue truk, motor trail, HART/ mountainering, perahu karet, radio/starlink, ruggear drone thermal, ekstrikasi.
Klaster Logistik
Koordinator: BNPB
Tim Pendukung (Fasilitasi Koordinasi): PMI dan WFP
- Klaster Logistik melanjutkan fasilitasi keterlibatan asosiasi sektor swasta dan badan usaha dalam pengiriman bantuan kemanusiaan termasuk Asosiasi Logistik dan Freight Forwarder Indonesia (ALFI) dan DHL Freight Forwarding, serta berbagi informasi kebutuhan dan kesenjangan melalui klaster nasional dan sub-nasional.
- Data terkini 12 Desember pukul 15.56 WIB dari dashboard PMI (https://www.pmi.or.id/dashboard/stock)
- melaporkan sejumlah 180.201.55 kg bantuan logistik telah dikirimkan dari Gudang Klaster Logistik Halim Perdana Kusuma. Selain itu PMI juga mengerahkan pengiriman bantuan logistik kemanusiaan dari Gudang Regional PMI dengan total pengiriman sejumlah 34.288.05 kg.
- ASPERINDO mengirimkan bantuan di Sumatra Barat (Kab. Agam) serta di Sumatra Utara (Kab. Tapanuli Selatan) untuk 350 penerima manfaat. ASPERINDO DPW Sumatra Utara juga mengirimkan bantuan ke Sumatra Utara untuk 550 KK.
- Kapal Kemanusiaan mengirimkan bantuan yang terhimpun dari Lembaga Amil Zakat se-Jawa Timur melalui Forum Zakat Jawa Timur dengan @meratusgroup sebanyak 103 ton.
- Centre for Disaster Risk Management-Community Development Studies/CDRM-CDS-Universitas HKBP Nommensen mengirimkan bantuan pangan untuk 200 penerima manfaat.
Klaster Kesehatan
Koordinator: Kementerian Kesehatan
Tim Pendukung (fasilitasi koordinasi unsur nonpemerintah): WHO, UNICEF (Sub-Klaster Gizi), UNFPA (Sub-Klaster Kesehatan Reproduksi)
- Sub-klaser Layanan kesehatan: Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC); Dompet Dhuafa; serta Save the Children. Jumlah 2.521 penerima manfaat.
- Sub-klaster Kesehatan Reproduksi: BKKBN; PKBI Daerah Aceh, PKBI Sumatra Utara, PKBI Sumatra Barat; MDMC; Yayasan Dokter Peduli doctorSHARE; AIPTKMI, IAKMI, FKM USU, Institut Kesehatan Sumatra Utara, Universitas Sari Mutiara; JIP-Medan Plus-IAC-Galatea-Rising Nangro; dan Yadua Aceh. Jumlah penerima manfaat 1.912 orang.
- Sub-klaster Kesehatan Lingkungan: Save the Children berkolaborasi dengan Yayasan Geutanyo. Jumlah penerima manfaat 3.000 orang/800 KK.
- Sub-klaster Gizi: UNICEF, Wahana Visi Indonesia dan Save the Children. Jumlah penerima manfaat 3.655 orang (termasuk 133 balita).
- Sub–klaster Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan: P2 Kemenkes-JIP-ACS-IAC untuk 12 penerima manfaat.
Klaster Pendidikan
Koordinator: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen)
Tim Pendukung (fasilitasi koordinasi unsur nonpemerintah): Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB), UNICEF
- Bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat berdampak pada 3.098 satuan pendidikan, 270.421 peserta didik, dan 25.331 guru.
- Bantuan yang tersedia saat ini 10.200 school kit, 131 tenda darurat, 400 family kit, dan 50.000 buku teks dan non-teks.
- Kegiatan anggota klaster masih di dominasi kegiatan psikososial yaitu oleh Wahana Visi Indonesia, Fakultas Psikologi UGM dan Psikologi Universitas Syah Kuala, serta Yayasan Plan International Indonesia. Jumlah penerima manfaat: 140 orang.
Klaster Pengungsian dan Perlindungan
Koordinator: Kementerian Sosial
Tim Pendukung (fasilitasi koordinasi unsur nonpemerintah):
Sub-Klaster Air Minum dan Penyehatan Lingkungan: UNICEF dan Mercy Corps Indonesia (Aceh), Yayasan PKPA di Sumatra Utara, dan relawan IHCP di Sumatra Barat.
Sub-klaster Shelter/Hunian: IFRC
Sub-klaster Koordinasi dan Manajemen Tempat Pengungsian: IOM
Sub-klaster Perlindungan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Pemberdayaan Perempuan (PPKBGPP): Sub-klaster Perlindungan Anak: UNICEF
Sub-klaster Perlindungan Lansia dan Kelompok Berisiko Lebih: Yakkum Emergency Unit, CBM Global Disability Inclusion, dan ASB.
Sub-klaster Dukungan Psikososial: MPBI; di Aceh: Sigma Initiative Indonesia; di Sumatra Utara: WVI; di Sumatra Barat: MDMC
Kelompok Kerja Bantuan Nontunai (BaNTu): WVI
- Sub-Klaster Air Minum dan Penyehatan Lingkungan: UNICEF, Yayasan Plan International Indonesia, DMC Ikatek UNHAS-KAGAMA CARE-CARE, Yayasan Cita Wadah Swadaya, ASB dan CYDC, Islamic Relief, Human Initiative, Yayasan Kemanusiaan Mandani Indonesia, Centre for Disaster Risk Management-Community Development Studies/CDRM-CDS-Universitas HKBP Nommensen. Jumlah penerima manfaat: 4.622 orang.
- Sub-klaster Shelter/Hunian: Human Initiative. Jumlah penerima manfaat: 612 orang.
- Sub-klaster Perlindungan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Pemberdayaan Perempuan (PPKBGPP): Obor Berkat Indonesia (OBI) berkoordinasi dengan PKBI dan Dinkes Sibolga.
- Sub-klaster Perlindungan Lansia dan Kelompok Berisiko Lebih: Yakkum Emergency Unit untuk 3.000 penerima manfaat.
- Sub-klaster Dukungan Psikososial: Dinas Sosial Aceh, Yayasan Plan International Indonesia, Wahana Visi Indonesia, SD Qur’an Ibnu Abbas, Relawan Nusantara, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), UIN Ar-Raniry, Kampung Dongeng Subulussalam, Wahana Visi Indonesia, Hizbul Wathan Muhammadiyah,Kesehatan Mental Indonesia, MDMC. Jumlah penerima manfaat: 1.252 orang.
- Sub-klaster Perlindungan Anak: UNICEF
- Kelompok Kerja Bantuan Nontunai (BaNTu): UNICEF (Perlindungan Sosial), Islamic Relief Indonesia (Joint Need Assessment).
Klaster Pemulihan
Klaster Pemulihan dikoordinasikan oleh Kemendagri dan BNPB. Tercatat kegiatan dari Kemendagri berupa pendampingan kepada Pemda terdampak bencana dalam penggunaan APBD utk darurat bencana serta dukungan penanganan darurat di Aceh Tamiang, Gayo Lues, dan Pidie Jaya.
Koordinasi
- Koordinasi Joint Need Assessment (Penilaian Kebutuhan Bersama): Humanitarian Forum Indonesia (HFI)
- Konferensi pers BNPB dilaksanakan setiap hari pukul 17.00 dan dapat diakses melalui kanal YouTube BNPB: https://youtube.com/live/hMnpDD4eDGk?feature=share
- Desk Relawan didukung MPBI melanjutkan pengumpulan data siapa-melakukan-apa-di mana melalui tautan: Aceh:
- Jadwal rapat koordinasi klaster dan sub-klaster dapat diakses pada https://bit.ly/Jadwal_rapat_koordinasi
Kebutuhan mendesak
- Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi oleh Klaster Logistik secara menyeluruh untuk ketiga provinsi adalah peralatan berat (ekskavator, beko), unit pengolah air bersih, perahu karet dan mesin, genset, tempat tidur lapangan, mobil tanki air, perlengkapan pembersihan rumah-bangunan-serta sarana lainnya, mesin sedot air, tandon air, APD dan kantong mayat.
- Untuk kebutuhan pengungsi diperlukan bantuan (yang sensitif pada kebutuhan khusus) yaitu permakanan (termasuk makanan bayi), air bersih, air minum, selimut, kasur, family kits, hygiene kits, obat-obatan (obat dasar, malaria prophylaxis, dan vaksin tetanus), layanan kesehatan darurat, perlengkapan balita, perlengkapan ibadah, tenda pengungsi, terpal alas tenda/matras/tikar, lampu/lentera, kit kebersihan diri dan kebutuhan khusus perempuan dan remaja putri, alat dan obat kontrasepsi.
Daftar Kontak dan Tautan informasi
- Kebutuhan mendesak: https:// inarisk.bnpb.go.id/dashboard_bansor
- Bantuan logistik stok penyangga titik kontak:
Jakarta
Bandara Halim PK: Deputi 5 BNPB, 08124281977; Erry BNPB, 087777040003; Gahara BNPB, 081296573738
Sumatera Utara
Bandara Kualanamu, Mayjen TNI (Purn) Lutfie Beta, 0811847501
Bandara Silangit Taput, Bambang Surya Putra, 081314782060
Bandara Pinang Sori Tapteng, Kolonel Inf Edward Henri, 081227702002
Sumatera Barat
Bandara Minangkabau: BNPB Revelation, 08567188222
Aceh
Bandara Sultan Iskandar Muda: Mayjen TNI (Purn) Denny Herman, 081280060789 - Pembaruan data tanggap darurat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat diakses pada https://gis.bnpb.go.id/BANSORSUMATERA2025/
- Desk Relawan
https://deskrelawanpb.bnpb.go.id/bansor-aceh-2025/
https://deskrelawanpb.bnpb.go.id/bansor-sumut-2025/
https://deskrelawanpb.bnpb.go.id/bansor-sumbar-2025/ - Daftar rapat koordinasi dapat diakses di: https://bit.ly/Jadwal_rapat_koordinasi
- Nomor pengaduan pelanggaran eksploitasi, penyalahgunaan dan pelecehan seksual: https://bit.ly/Nomor-kontak-pengaduan
- Nomor pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak di pengungsian: https://bit.ly/Nomor-kontak-pengaduan
- Tautan bergabung dengan klaster dan sub-klaster:
Klaster Pendidikan: https://chat.whatsapp.com/K0PFJiWtKd3GJDbYsHp55g
Klaster PP: https://chat.whatsapp.com/3ECTkOQAvdy9nujVm3lTDa
Klaster Logistik: https://chat.whatsapp.com/BIEay7tsBoHDKd36EPbgd2
Tim Pendukung Klaster Kesehatan: https://chat.whatsapp.com/BARPstQHBOYKWHgBbLtkD2
Sub-klaster Air Minum dan Penyehatan Lingkungan: https://chat.whatsapp.com/BTjF8QMOQytKtBm86okld1
Dukungan Psikososial: https://chat.whatsapp.com/7096IjwqzZnD6QY827i5as
Sub klaster Perlindungan Lansia dan Kelompok Berisiko Tinggi (LDR): https://chat.whatsapp.com/K4g3wxEaN9UHisJPkSLgM1
Sub-Klaster Perlindungan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Pemberdayaan Perempuan: https://chat.whatsapp.com/JV86SqvkkH96aKWn6hq4sU
Pokja Bantu: https://chat.whatsapp.com/FrMJyFtLVIlLIilUArJ6D5
Pokja Pelibatan Masyarakat: https://chat.whatsapp.com/Luf2WLberYvFBlPQlqA16g
Catatan Tambahan
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi sekretariat IHCP:
- Ignacio Romero, Lab Lokalisasi Indonesia, romero@pujionocentre.org, Telp: +62 878 6164 8312
- Disya Marianty, Lab Lokalisasi Indonesia, disya@pujionocentre.org, Telp: +62 857 0694 2247
- Dimas Perdana, Yayasan Lokadaya, dimas.perdana@lokadaya.id, Telp: +62 812 2674 3399
Laporan situasi #4 versi pdf Bahasa Indonesia bisa diunduh disini, dan versi pdf Bahasa Inggris bisa diunduh disini.