LAPORAN SITUASI RESPONS BENCANA SUMATRA #5
16 Desember 2025
Sorotan
- Per 16 Desember 2025, BNPB melaporkan jumlah pengungsi telah berkurang menjadi 606.040 orang. Jumlah terbanyak di Aceh sebesar 571.201 orang, di Sumatra Utara 21.579 orang, dan di Sumatra Barat 13.260.
- Jumlah korban tewas telah mencapai 1.053 dan 200 orang hilang di tiga provinsi tersebut.
- 25 kabupaten/ kota masih berada pada status tanggap darurat, Aceh sebanyak 12 daerah, Sumatra Utara 8 daerah dan Sumatra Barat 5 daerah.
- Di sektor kesehatan, sebagian fasilitas kesehatan di Aceh dan Sumatera Utara masih belum pulih dan beroperasi penuh. Penyakit dominan yang diderita pengungsi adalah ISPA, penyakit kulit, hipertensi dan gangguan kesehatan terkait sanitasi.
- Distribusi logistik melalui udara dan darat terus dilakukan dengan prioritas wilayah terisolir di Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Tapanuli Tengah dan Agam.
| 1.053 Meninggal (BNPB) | 200 Orang hilang (BNPB) | 606.040 orang Pengungsi (BNPB | 158.000 Rumah rusak (BNPB) |
Laporan Situasi
- Hingga 15 Desember 2025, BNPB melaporkan dampak bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor masih signifikan di tiga provinsi terdampak.
- Di Provinsi Aceh, BNPB melaporkan 1.994.866 jiwa terdampak bencana. Jumlah pengungsi tersebar di ribuan titik pengungsian dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Bireuen. Sebanyak 106.058 unit rumah rusak dengan Aceh Utara sebagai kab/kota dengan jumlah rumah rusak paling banyak diikuti dengan Aceh Timur dan Aceh Tamiang.
- Di Sumatera Utara, wilayah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan masih menjadi fokus operasi pencarian dan pemulihan.
- Di Sumatera Barat, wilayah Agam dan Padang Panjang masih menghadapi operasi SAR lanjutan.
- Kerusakan infrastruktur meliputi rumah tinggal, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, jembatan, serta akses jalan nasional dan provinsi. Beberapa jalur utama masih mengalami pembatasan akses akibat perbaikan jembatan Bailey dan pembersihan material longsoran.
- Transportasi & Akses Jalan: Sejumlah ruas jalan nasional dan provinsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih dalam proses perbaikan. Beberapa jembatan Bailey telah berfungsi dengan sistem buka–tutup, sementara lainnya ditargetkan selesai sebelum akhir Desember 2025.
- Telekomunikasi: Sebagian BTS di wilayah terdampak masih mengalami gangguan akibat kerusakan jaringan dan pasokan listrik, meskipun tren pemulihan terus meningkat.
- Air Bersih & Sanitasi: Gangguan layanan PDAM masih terjadi di sebagian besar wilayah Aceh. Distribusi air bersih mengandalkan suplai darurat dan sumber alternatif.
- Listrik & BBM: Jaringan listrik di Sumatera Utara telah pulih rata-rata di atas 95%. Distribusi BBM mulai membaik namun belum stabil merata, terutama di wilayah dengan akses terbatas.
Respons Pemerintah
- Pemerintah pusat dan daerah terus melaksanakan respons darurat melalui distribusi bantuan logistik, pengerahan alutsista udara, laut, dan darat, serta percepatan pemulihan akses. Hingga 15 Desember 2025, distribusi bantuan di Aceh mencapai puluhan ton per hari melalui kombinasi jalur udara dan darat.
- Pemerintah daerah mulai mempersiapkan langkah jangka menengah, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan pemusatan titik pengungsian terpadu yang dilengkapi layanan dasar, dengan tetap mengedepankan kajian keselamatan berbasis rekomendasi teknis.
- Status tanggap darurat diperpanjang di seluruh provinsi terdampak: Aceh hingga 25 Desember, Sumatera Utara hingga 24 Desember, dan Sumatera Barat hingga 22 Desember 2025.
Respons Klaster Penanggulangan Bencana
- Koordinasi respons dilakukan melalui Pos Pendamping Nasional (Pospenas) yang dipimpin BNPB, dengan integrasi penuh ke dalam Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB).
- IHCP, di bawah keketuaan bersama MPBI dan UN OCHA, memfasilitasi koordinasi unsur non-pemerintah di tingkat nasional dan subnasional secara berkala. IHCP juga menghimpun perkembangan respons yang dilakukan oleh anggota di ketiga provinsi.
Laporan kegiatan harian klaster-subklaster IHCP dari 13 hingga 16 Desember 2025adalah sebagai berikut (penjelasan lengkap dapat dilihat pada https://bit.ly/3MvIGnz):
Klaster Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue)
Koordinator: Basarnas
- Basarnas terus memfokuskan operasi pencarian dan pertolongan korban, evakuasi, serta dukungan distribusi logistik dengan bersinergi bersama kementerian/lembaga terkait dan unsur SAR gabungan.
- Per 16 Desember 2025 pukul 16.00 WIB, capaian operasi SAR gabungan adalah sebagai berikut:
- Aceh: 6.086 jiwa dievakuasi; 449 orang meninggal dunia; 31 orang masih dalam pencarian, dengan kekuatan SAR gabungan sebanyak 2.471 personel.
- Sumatera Utara: 2.605 jiwa dievakuasi; 333 orang meninggal dunia; 67 orang masih dalam pencarian, dengan kekuatan SAR gabungan sebanyak 6.419 personel.
- Sumatera Barat: 16.207 jiwa dievakuasi; 244 orang meninggal dunia; 86 orang masih dalam pencarian, dengan kekuatan SAR gabungan sebanyak 1.698 personel.
- Secara keseluruhan, korban terevakuasi mencapai 24.898 jiwa, dengan korban selamat 23.872 jiwa dan total korban meninggal 1.030 jiwa. Operasi SAR menghadapi kendala berupa material longsoran yang mulai mengeras, keterbatasan akses alat berat, kerusakan peralatan SAR, serta gangguan jaringan komunikasi. Operasi lanjutan dan rencana demobilisasi personel dilakukan secara bertahap dengan dukungan unsur udara TNI AU.
- Terlampir: Infografis OPS SAR Selasa, 16 Desember 2025 pukul 16.00 WIB
Klaster Logistik
Koordinator: BNPB
Tim Pendukung (Fasilitasi Koordinasi): PMI dan WFP
- Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)
- Melakukan pengiriman dan distribusi 465 paket FI dan NFI di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara kepada 465 keluarga dengan total bantuan senilai Rp 232.500.000
- Islamic Relief Indonesia: Pendistribusian di Desa Tanjung Dalam Selatan, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, kepada 320 KK atau sekitar 1,280 individu, dengan total bantuan senilai Rp 600.000.000.
- Center Action for People Action (CAPA) dan mitra-mitranya menawarkan bantuan distribusi logistik bagi organisasi/ pelaku respons yang sulit menjangkau daerah terisolir. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Bapak Abdul Hamid dari Center Action for People Action (CAPA) – No. Telepon: +62-811-6707-636
Klaster Kesehatan
Koordinator: Kementerian Kesehatan
Tim Pendukung (fasilitasi koordinasi unsur nonpemerintah): WHO, UNICEF (Sub-Klaster Gizi), UNFPA (Sub-Klaster Kesehatan Reproduksi)
- Klaster Kesehatan mengkoordinasikan pelayanan kesehatan darurat, kesehatan reproduksi, gizi, kesehatan lingkungan, dan dukungan kesehatan jiwa di wilayah terdampak.
- Hingga 16 Desember 2025, layanan kesehatan menjangkau ribuan penerima manfaat melalui pos medis statis dan bergerak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
- Layanan mencakup penanganan penyakit dominan di pengungsian seperti ISPA, penyakit kulit, gangguan pencernaan, serta pemantauan gizi balita dan ibu hamil.
- Sub-klaster kesehatan reproduksi dan gizi terus melakukan asesmen lanjutan untuk memastikan kelompok rentan mendapatkan layanan yang memadai, sementara intervensi kesehatan lingkungan difokuskan pada pencegahan wabah berbasis air dan sanitasi.
Klaster Pendidikan
Koordinator: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen)
Tim Pendukung (fasilitasi koordinasi unsur nonpemerintah): Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB), UNICEF
- Bencana berdampak pada 3.098 satuan pendidikan, 270.421 peserta didik, dan 25.331 tenaga pendidik di tiga provinsi terdampak.
- Klaster Pendidikan memprioritaskan keberlanjutan pembelajaran melalui penyediaan school kit, tenda darurat, serta dukungan psikososial bagi peserta didik dan pendidik.
- Kegiatan respons masih didominasi layanan dukungan psikososial anak yang dilaksanakan oleh berbagai organisasi mitra, dengan fokus pada pemulihan rasa aman, dukungan emosional, dan persiapan transisi menuju pembelajaran sementara.
- Koordinasi lintas pemangku kepentingan terus dilakukan untuk mendukung rehabilitasi sarana pendidikan pasca bencana.
Klaster Pengungsian dan Perlindungan
Koordinator: Kementerian Sosial
Tim Pendukung (fasilitasi koordinasi unsur nonpemerintah):
Sub-Klaster Air Minum dan Penyehatan Lingkungan: UNICEF dan Mercy Corps Indonesia (Aceh), Yayasan PKPA di Sumatra Utara, dan relawan IHCP di Sumatra Barat.
Sub-klaster Shelter/Hunian: IFRC
Sub-klaster Koordinasi dan Manajemen Tempat Pengungsian: IOM
Sub-klaster Perlindungan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Pemberdayaan Perempuan (PPKBGPP): Sub-klaster Perlindungan Anak: UNICEF
Sub-klaster Perlindungan Lansia dan Kelompok Berisiko Lebih: Yakkum Emergency Unit, CBM Global Disability Inclusion, dan ASB.
Sub-klaster Dukungan Psikososial: MPBI; di Aceh: Sigma Initiative Indonesia; di Sumatra Utara: WVI; di Sumatra Barat: MDMC
Kelompok Kerja Bantuan Nontunai (BaNTu): WVI
- Hingga 16 Desember 2025, berbagai sub-klaster melaksanakan intervensi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
- Klaster Pengungsian dan Perlindungan memfokuskan respons pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, perlindungan kelompok rentan, serta penguatan layanan psikososial.
- Sub-klaster Dukungan Psikososial menjangkau anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia melalui kegiatan rekreasional, pendampingan emosional, dan Psychological First Aid, dengan ratusan penerima manfaat.
- Sub-klaster WASH mendukung penyediaan air bersih dan perbaikan kualitas sanitasi di lokasi pengungsian.
- Sub-klaster Perlindungan Anak mengembangkan Ruang Ramah Anak dan layanan dukungan psikososial, sementara sub-klaster perlindungan perempuan, lansia, dan kelompok berisiko tinggi memberikan bantuan berbasis kebutuhan spesifik.
- Distribusi household kits, dukungan shelter darurat, serta penguatan manajemen tempat pengungsian terus dilakukan secara bertahap.
Klaster Pemulihan
Klaster Pemulihan dikoordinasikan oleh Kemendagri dan BNPB. Tercatat kegiatan dari Kemendagri berupa pendampingan kepada Pemda terdampak bencana dalam penggunaan APBD utk darurat bencana serta dukungan penanganan darurat di Aceh Tamiang, Gayo Lues, dan Pidie Jaya.
Koordinasi
- Koordinasi lintas pemangku kepentingan dilakukan secara berkala melalui rapat klaster, pembaruan sitrep, dan konferensi pers harian BNPB. Penilaian Kebutuhan Bersama (Joint Needs Assessment) difasilitasi oleh Humanitarian Forum Indonesia (HFI).
- Informasi resmi dan pembaruan situasi disampaikan melalui kanal komunikasi BNPB dan IHCP.
- Konferensi pers BNPB dilaksanakan setiap hari pukul 17.00 dan dapat diakses melalui kanal YouTube BNPB: Klik di sini
- Desk Relawan didukung MPBI melanjutkan pengumpulan data siapa-melakukan-apa-di mana melalui tautan: IHCP_Pemetaan Siapa melakukan Apa dan Dimana_20251512_1600.pdf
- Jadwal rapat koordinasi klaster dan sub-klaster dapat diakses pada https://bit.ly/Jadwal_rapat_koordinasi
Kebutuhan mendesak
- Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi oleh Klaster Logistik secara menyeluruh untuk ketiga provinsi adalah peralatan berat (ekskavator, beko), unit pengolah air bersih, perahu karet dan mesin, genset, tempat tidur lapangan, mobil tanki air, perlengkapan pembersihan rumah-bangunan-serta sarana lainnya, mesin sedot air, tandon air, APD dan kantong mayat.
- Untuk kebutuhan pengungsi diperlukan bantuan (yang sensitif pada kebutuhan khusus) yaitu permakanan (termasuk makanan bayi), air bersih, air minum, selimut, kasur, family kits, hygiene kits, obat-obatan (obat dasar, malaria prophylaxis, dan vaksin tetanus), layanan kesehatan darurat, perlengkapan balita, perlengkapan ibadah, tenda pengungsi, terpal alas tenda/matras/tikar, lampu/lentera, kit kebersihan diri dan kebutuhan khusus perempuan dan remaja putri, alat dan obat kontrasepsi.
Daftar Kontak dan Tautan informasi
- Kebutuhan mendesak: https:// inarisk.bnpb.go.id/dashboard_bansor
- Bantuan logistik stok penyangga titik kontak:
Jakarta
Bandara Halim PK: Deputi 5 BNPB, 08124281977; Erry BNPB, 087777040003; Gahara BNPB, 081296573738
Sumatera Utara
Bandara Kualanamu, Mayjen TNI (Purn) Lutfie Beta, 0811847501
Bandara Silangit Taput, Bambang Surya Putra, 081314782060
Bandara Pinang Sori Tapteng, Kolonel Inf Edward Henri, 081227702002
Sumatera Barat
Bandara Minangkabau: BNPB Revelation, 08567188222
Aceh
Bandara Sultan Iskandar Muda: Mayjen TNI (Purn) Denny Herman, 081280060789 - Pembaruan data tanggap darurat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat diakses pada https://gis.bnpb.go.id/BANSORSUMATERA2025/
- Desk Relawan
https://deskrelawanpb.bnpb.go.id/bansor-aceh-2025/
https://deskrelawanpb.bnpb.go.id/bansor-sumut-2025/
https://deskrelawanpb.bnpb.go.id/bansor-sumbar-2025/ - Daftar rapat koordinasi dapat diakses di: https://bit.ly/Jadwal_rapat_koordinasi
- Nomor pengaduan pelanggaran eksploitasi, penyalahgunaan dan pelecehan seksual: https://bit.ly/Nomor-kontak-pengaduan
- Nomor pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak di pengungsian: https://bit.ly/Nomor-kontak-pengaduan
- Tautan bergabung dengan klaster dan sub-klaster:
Klaster Pendidikan: https://chat.whatsapp.com/K0PFJiWtKd3GJDbYsHp55g
Klaster PP: https://chat.whatsapp.com/3ECTkOQAvdy9nujVm3lTDa
Klaster Logistik: https://chat.whatsapp.com/BIEay7tsBoHDKd36EPbgd2
Tim Pendukung Klaster Kesehatan: https://chat.whatsapp.com/BARPstQHBOYKWHgBbLtkD2
Sub-klaster Air Minum dan Penyehatan Lingkungan: https://chat.whatsapp.com/BTjF8QMOQytKtBm86okld1
Dukungan Psikososial: https://chat.whatsapp.com/7096IjwqzZnD6QY827i5as
Sub klaster Perlindungan Lansia dan Kelompok Berisiko Tinggi (LDR): https://chat.whatsapp.com/K4g3wxEaN9UHisJPkSLgM1
Sub-Klaster Perlindungan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Pemberdayaan Perempuan: https://chat.whatsapp.com/JV86SqvkkH96aKWn6hq4sU
Pokja Bantu: https://chat.whatsapp.com/FrMJyFtLVIlLIilUArJ6D5
Pokja Pelibatan Masyarakat: https://chat.whatsapp.com/Luf2WLberYvFBlPQlqA16g
Catatan Tambahan
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi sekretariat IHCP:
- Ignacio Romero, Lab Lokalisasi Indonesia, romero@pujionocentre.org, Telp: +62 878 6164 8312
- Disya Marianty, Lab Lokalisasi Indonesia, disya@pujionocentre.org, Telp: +62 857 0694 2247
- Dimas Perdana, Yayasan Lokadaya, dimas.perdana@lokadaya.id, Telp: +62 812 2674 3399
Laporan situasi #5 versi pdf Bahasa Indonesia bisa diunduh disini.